Vertige : Cliffhanger rasa Perancis 13
Senin, 26 Apr '10 10:52
Lima orang pemuda pemudi harapan bangsa berniat untuk mendaki gunung Risjnak yang terletak di Kroasia. Fred, Karine, Chloe dan Guillame telah berteman lama bahkan Chloe dan Guillaume sempat merenda kasih sebelum akhirnya bubar jalan dan tidak bertemu satu sama lain selama 4 tahun. Situasi bertambah rancu karena Chloe saat itu membawa serta pacarnya, Loic, dalam misi pendakian gunung Risjnak.
Sesampainya di kaki gunung ternyata jalur pendakian tertutup reruntuhan batu dan tidak bisa dilewati. Tidak hilang akal, Fred nekat memotong jalan dan meneruskan pendakian. Anggota rombongan yang lain pun terpaksa mengikuti keputusan nekat Fred, si ketua rombongan, yang terus menerus meyakinkan mereka bahwa jalur pendakian ini akan berlangsung aman dan menyenangkan.
Mereka terlihat begitu menikmati pendakian itu, terutama Fred yang sangat percaya diri dan gembira dapat melintasi jembatan gantung terpanjang di Eropa. Hanya Loic yang tampak memucat dan setengah mati mengeluarkan seluruh kemampuan dan keberaniannya agar terlihat jantan di mata Chloe. Musibah berawal saat Karine yang mendapat giliran terakhir melintasi jembatan gantung. Kabel jembatan gantung terputus sedangkan Karine masih berada di tengah jembatan. Saat itu nyawanya hanya bergantung pada seutas lifeline yang juga tak akan bertahan lama.
Tenang saja, Karine selamat sampai ke seberang. Tapi sampai di bagian ini mereka harus terus melanjutkan perjalanan hingga ke gondola untuk menuruni gunung. Tidak ada jalan kembali. Dan percayalah, adegan jembatan gantung itu hanya appetizer dari sisa adegan-adegan menegangkan dalam film ini. Situasi menjadi semakin seru begitu rombongan pendaki ini menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Ada sesuatu yang mengincar keberadaan mereka. Iblis yang lahir di ketinggian lebih dari 3000 kaki.
Film berdurasi 90 menit ini mengalir cepat. Adegan aksi yang bikin penonton meringis dan menjerit ngeri terus disajikan tanpa ampun. Sesekali penonton diberi jeda untuk menarik nafas lalu kembali memacu jantung menyaksikan para karakter memperjuangkan hidup mereka. Film ini terasa lebih seru begitu mengetahui keseluruhan film dilakukan langsung oleh para pemain film tanpa pemain pengganti. Hal tersebut dijelaskan sang sutradara, Abel Ferry, yang menyempatkan hadir dan memberikan sambutan dalam bahasa Indonesia yang terpatah-patah sebelum film ditayangkan.
Saya belum pernah menyaksikan film Perancis dengan genre horror, thriller atau semacamnya. Begitu melihat trailer film, saya pikir bakal mirip dengan salah satu film Sylvester Stallone berjudul Cliffhanger. Tapi lagi-lagi saya salah sangka. Lebih tepat kalau disebut Cliffhanger ketemu Jason Voorhees ditambah cita rasa Perancis. Rasanya lumayan juga. Walau ada beberapa hal yang menggangu:
1. Kenapa juga mesti alih bahasa jadi inggris? Ndak enak didengar.
2. Adegan aksi penuh laga yang berdarah-darah tapi lucunya ndak ada memar atau lebam.
3. Lucu liat para pendaki ini. Mau mendaki gunung yang tingginya 1500-an meter tapi perlengkapan minim, cuman backpack yang kalah gede dengan tas ransel anak SD :p
4. Penonton di kiri kanan saya mengganggu buanget. Yang kanan heboh melihat jagoannya yang cakep sedang berjuang hidup. Yang sebelah kiri? Heboh bergoyang ke kanan ke kiri sambil jerit-jerit ... bahkan untuk adegan yang sebenarnya ndak serem sama sekali *asah parang*
Tag: vertige, high lane, abel ferry
Terkait:
-
Review: Vertige (2009)
Selasa, 3 Agu '10 16:34
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Good Take
-
ushi_izi: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
discobabe: Box Office
-
kucingsapi™: Good Take
-
iamfiras=RodneyMullen: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
ardnas: Good Take
-
aila: Good Take

Komentar:
*sungguh mati aku penasaraaaan.... sampai kapan pun akan kuperjuangkan!* (nada lagunya bang Rhoma!)
ini akankah main di bioskop reguler Jakarta?
ga lebih tinggi dari gunung salak
*nada presenter inpotemen*
ushi_izi: gemes sama saya?
Invictus-: ah, ya my bad. sudah di edit, terimakasih koreksinya
ushi_izi:
gonziie: nontonnya juga deg deg serr lho
*halah ndak penting*
kalo yang nomor 1,,sumpah gw gak setuju banget,,sebenernya kalo gak didubbing jadi english pasti bakal lebih sangar ni film...
iamfiras=RodneyMullen: benar sekali sodara,,gede euy
ni film emang tegang bgt. beberapa adegan memang agak kurang make sense, tapi ya udah ga kepikir lg saking tegangnya. Yg bikin ngeri nya nambah, bener ga sih tu film dr kisah nyata ya??
so sutradaranya ngembangin cerita dari mitos yang beredar,,...
kita sempet disuruh googling jg kok tentang mitos itu,,cuma gw lupa keywordsnya apa
Silahkan login untuk memberikan pendapat