The Book of Eli, Saat Dunia Masa Depan Kembali Ke Zaman Purba 2

Rabu, 21 Apr '10 10:18

Saat melihat poster film ini terpampang di beberapa bioskop jaringan 21/XXI rasanya saya sudah tidak sabar untuk menontonnya. Ada jeda beberapa bulan antara poster tersebut terpajang, dan saat film ini akhirnya ditayangkan di bioskop.

The Book of Eli, bercerita tentang keadaan dunia akibat perang yang memporak-porandakan peradaban manusia. Akibat perang ini sungguh dahsyat, dimana peradaban seperti kembali ke zaman beratus-ratus tahun yang lalu. Kita bisa melihat beberapa scene yang menggambarkan keadaan suatu kota yang sangat tidak layak, tanah tandus, bekas peperangan dimana-mana, dan keberadaan manusia yang sangat jarang.

Adalah Eli (Denzel Washington), seorang pengelana yang telah berjalan selama 30 tahun, yang membawa sebuah buku, yang dipercaya bisa menyelamatkan umat manusia untuk melewati zaman dan masa depan. Tujuan Eli hanya satu ke daerah Barat (West). Tidak disangka dalam perjalanan sewaktu mampir di suatu kota ternyata ada seorang penguasa, Carnegie (Gary Oldman) yang juga menginginkan buku tersebut, dan beranggapan bahwa dengan menguasai buku itu, maka akan dengan mudah untuk menguasai umat manusia. Di tempat ini pulalah Eli bertemu dengan Solara (Mila Kunis) yang mengikutinya kemana pun, dan akhirnya menjadi partner dalam menuntaskan perjalanan menuju Barat.

Inti cerita ini adalah bagaimana Eli memperjuangkan keyakinannya, akan buku tersebut, agar sampai di tempat yang benar, dan bisa dapat dimanfaatkan untuk umat manusia. Berhasilkah Eli?

Film berdurasi 118 menit yang disutradarai oleh Albert Hughes dan Allen Hughes ini, cukup menarik dari segi cerita. Siapa yang menyangka kehidupan manusia beberapa tahun mendatang justru seperti kembali ke zaman purba? Beberapa scene menunjukkan bahwa manusia bertarung hanya untuk makanan, air, sepatu, bahkan alat tukar pun memakai sistem barter, seperti ketika Eli yang harus men-charge iPod di toko listrik dan harus barter dengan sesuatu. Siapa pula yang menduga bahwa yang tersisa dari perang yang telah terjadi adalah sebuah buku satu-satunya, yang dipercaya bisa menyelamatkan umat manusia.

Pada awal menonton film ini mungkin beberapa orang akan bingung dengan apa yang terjadi, mengapa tanah begitu tandus, jarangnya peradaban manusia, atau keadaan dunia yang porak-poranda. Tapi alur cerita dalam film ini mengalir dan dapat dicerna dengan mudah. Sinematografi yang ditampilkan pun terlihat apik.

Pada beberapa scene memang terlihat beberapa barang dengan merk yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi penempatannya tidak begitu mengganggu. Entahlah, mungkin ingin memastikan bahwa merk-merk tersebut tak lekang dimakan zaman :)

Sebagian besar scene memang menampilkan adengan action, dan sisanya drama. Denzel Washington tidak diragukan lagi aktingnya meskipun saya merasa bahwa pencapaian terbaiknya tetaplah di film John Q atau Remember The Titans dan Man on Fire :)

Pada akhirnya, beberapa orang yang telah menonton film ini mungkin masih penasaran dan ingin menonton lagi, karena disodorkan fakta yang mengejutkan di akhir cerita. Ya kan? :)

 


Tag: Hollywood

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Ahmad Makki 0 0
Mantap nih, sayang belum nonton. Thanks infonya
sabai 0 0
"Pada beberapa scene memang terlihat beberapa barang dengan merk yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi penempatannya tidak begitu mengganggu"

artinya product placement yg mulus... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat