Le Concert 6
Minggu, 18 Apr '10 04:52
Andrei Filipov, seorang veteran konduktor orkestra terkenal yang dipecat karena mempekerjakan orang-orang Yahudi sebagai anggota orkestranya. 30 tahun sesudah itu nasib Andrei berubah drastis. Yang tadinya berpakaian klimis rapi dan dipuja-puja kemudian terpaksa bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah gedung pertunjukan. Tapi hasratnya untuk memimpin orkestra tak terbendung. Sesekali Andrei mencuri waktu untuk turut serta saat sesi latihan grup orkestra Bolshoi diadakan di gedung pertunjukan tersebut.
Dan datanglah kesempatan itu berupa surat undangan Chatelet Perancis untuk grup orkestra Bolshoi. Fax surat undangan diterima Andrei yang kebetulan sedang bekerja di dekat mesin fax. Tanpa pikir panjang Andrei menyambar surat undangan tersebut dan berencana untuk membentuk grup orkestranya sendiri lalu tampil di Prancis.
Waktu yang tersedia hanya 2 minggu sebelum pertunjukan dilaksanakan. Kalang kabut Andrei dibantu oleh sahabat karibnya, Sacha, merekrut manajer grup dan juga mengumpulkan 55 orang pemain musik. Para pemain musik yang terkumpul berasal dari latar belakang yang beragam dengan karakter unik. Kakek-kakek penderita asma, penjual sayur, kuli angkut barang, ketua suku Gypsi bahkan pengisi background musik untuk film porno.
Andrei memilih Tchaikovsky Violin Concerto untuk ditampilkan pada malam pertunjukan. Anne Marie Jacquet, pemain biola terkenal asal Perancis, diminta untuk jadi solois di pertunjukan itu. Anne Marie langsung menyanggupi begitu mendengar akan bergabung dengan grup orkestra Bolshoi yang terkenal dan untuk pertama kalinya pula bagi Anne Marie untuk memainkan Tchaikovsky bersama orkestra.
Ternyata pilihan Andrei untuk memainkan Violin Concerto juga keinginannya untuk merekrut Anne Marie sebagai solois bukannya tanpa alasan. Semua itu bersangkutan dengan masa lalu Andrei saat berjaya sebagai konduktor. Rahasia masa lalu yang memberatkan langkah Andrei dan menghantuinya selama 30 tahun. Sikap Andrei malah membuat Anne Marie menyurutkan niatnya menjadi solois karena mengira pertunjukan ini tidak akan berhasil. Bahkan gladi bersih yang sedianya dilaksanakan sehari sebelum pertunjukan pun tidak terlaksana karena anggota grup yang mangkir dari jadwal.
Dan di penghujung film ini, masing-masing karakter harus berhadapan dengan ketakutan dan rasa bersalah pada masa lalu untuk mewujudkan mimpi yang telah terkubur 30 tahun.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya berharap banyak dari film ini terutama karena kecewa luar binasa untuk ending film yang saya pilih sebelumnya, L'Heure d'Ete. Syukurlah hasilnya malah melebihi harapan yang saya pancang tinggi-tinggi. Cerita yang dipaparkan dengan rapi dan disajikan dengan tepat. Tidak bertele-tele seperti umumnya film Eropa (terutama Perancis). Akting pemainnya jempolan dan dialog dua bahasa, rusia dan perancis, terasa segar karena humor yang terselip di antara dua bahasa tersebut. Dan bersiaplah dengan kejutan di akhir film ini. Saat saya mengira bahwa saya sudah bisa menebak akhir cerita dan ternyata saya ... salah.
Dan jangan khawatir, anda tidak perlu menjadi penikmat musik klasik untuk merasakan emosi yang disampaikan film ini. Paling tidak, saya dan seorang teman (yang duduk terpisah) keluar dari bioskop dengan mata basah memerah karena haru.
PS: mending nonton film ini di bioskop dan rasakan bahana orkestra yang bikin merinding kagum
Tag: festival film perancis, le concert, tchaikovsky violin concerto
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
gonziie: Good Take
-
discobabe: Good Take
-
ayoe coemi: Good Take
-
pu3ku: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Box Office
-
kniwe: Good Take
-
oksbangs: Good Take
Komentar:
discobabe: kereeen *dua jempol*
ayoe coemi: ah, sayang sekali
bukan yang meninggalkan kesan banget sih, tapi full orchestra di menit2 akhir itu memang menyentuh banget..
layak lah sbg film Pembuka festival Sinema Perancis.
ada perasaan heart-warming, seperti film2 meraih mimpi pada umumnya.
Silahkan login untuk memberikan pendapat