MAY - Cinta kan Membawamu Kembali 5
Jumat, 16 Apr '10 14:52
Sutradara: Viva Westi
Bintang: Jenny Chang, Yama Carlos, Lukman Sardi, Tutie Kirana, Ria Irawan
Durasi: 110 menit
Produksi: Flix Picture
Berapa lama kita bertahan untuk sebuah cinta yang hilang? Pertanyaan ini berusaha dijawab oleh May, film garapan sutradara wanita Indonesia, Viva Westi. Film yang terbentang dalam rentang waktu sepuluh tahun ini menceritakan perjalanan cinta Antares dan May.
Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta telah memisahkan sepasang anak manusia yang telah mengikat janji keabadian cinta ini. May yang keturunan Cina menjadi korban perkosaan, karena Antares terlambat menjemputnya di sebuah tempat yang menjadi korban amuk massa. Di sebuah selokan, May meratap tanpa busana dan mulai memupuk kebenciannya terhadap bangsa ini, terhadap Antares, terhadap janin yang kemudian terpaksa dikandungnya akibat perkosaan itu.
May tidak seorang diri menjadi korban. Ku Bing, ibundanya yang terkurung di rumah terpaksa mengungsi tanpa May dan menjadi korban makelar dadakan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Demi selembar tiket mengungsi ke luar negeri, rumah yang telah 200 tahun ditempati beserta isinya harus rela dilepaskan.
Sepuluh tahun kemudian, batin-batin yang terpisah ini masih memendam duka tak berujung. May kini menjadi seorang penyanyi bar yang tak kenal bahagia, Antares menjadi sutradara muda yang selalu muram dan dan Ku Bing hidup telantar di negeri jiran. Gandang, pria yang menjadi kaya raya setelah membeli rumah Cik Hua tengah berlibur ke Malaka. Pertemuan tak disengaja dengan Cik Hua yang kini telah linglung tanpa daya telah memutar kesadarannya. Rasa bersalah mulai menggerogoti hati nuraninya.
Sementara Antares tanpa diduga bertemu kembali dengan May yang kini membencinya hingga ke sumsum tulang belakang. Upayanya menebus rasa bersalah senantiasa membentur pintu hati May yang telah tertutup rapat. Pertemuan-pertemuan tak disangka ini membuka perjalanan batin baru bagi keempat anak manusia ini. Akankah amarah terus menguasai dan menentukan pilihan-pilihan dalam hidup? Lalu, bilakah cinta akan mulai bicara?
Film ini dikemas Viva Westi dalam komposisi yang sangat indah. Pergumulan batin para karakter dari suasana chaotic, kemudian menebus trauma dan ketakutan terwakili indah lewat sinematografi yang digarap Ical Tanjung. Transisi masa lalu dan masa kini selalu diantarkan Westi lewat refleksi cermin. Pilihan ini berhasil menarik batas tegas, sekaligus menjadi elemen penanda yang unik dan iconic.
Kegapaian Viva Westi dalam penyutradaraan memang tidak perlu diragukan lagi. Bersama Garin Nugroho, dia pernah dinominasikan untuk kategori Un Certain Regard di Cannes Film Festival. Artistik yang digarap Eros Eflin juga berhasil mengembalikan akhir era 1990-an negeri kita yang penuh kekacauan. Film ini sendiri akhirnya tidak membangkitkan trauma, tapi justru mendidik kita menuntaskan semua rasa benci.
Kehadiran Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Ria Irawan, Tutie Kirana dan Niniek L. Karim ternyata masih menjadi jaminan mutu dalam urusan akting. Model cantik Jenny Chang pun bisa diacungi jempol dalam debutnya ini. Tak heran dia mendapat nominasi di FFI karena film ini. Boleh dibilang hampir seluruh pemain berhasil mengisi porsinya dengan maksimal.
Film ini dulu dirilis tepat di peringatan hari duka 8 Mei 1998, seharusnya menjadi momen tepat untuk menegaskan kembali komitmen reformasi dan menciptakan negeri yang adil bagi semua orang.
Tag: Film Indonesia, Tio Pakusadewo, kerusuhan, Mei 98, etnis china, viva westi
Terkait:
-
POLING: Pocong Keliling
Minggu, 11 Jul '10 20:22 -
Not For Sale: Lalu apa yang dijual?
Jumat, 25 Jun '10 16:04 -
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
Kamis, 15 Apr '10 20:12
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
Gambliz: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Box Office
-
oksbangs: Box Office

Komentar:
Sudah ada DVD/VCDnya?
Dulu waktu tayang di bioskop ga keburu deh......
Silahkan login untuk memberikan pendapat