Alangkah Lucunya Negeri Ini: Negeri Para Pencopet 4
Jumat, 16 Apr '10 01:21
Gw adalah penggemar film yang mampu memberikan gw motivasi dan semangat dalam menjalani hidup. menurut gw, film Alangkah Lucunya Negeri ini benar - benar Inspiratif filmnya karena sulit sekali menemukan film Indonesia yang bisa membuat inspirasi bagi semua orang ditengah menjamurnya film-film komedi seks dan setan-setan cabul, ibarat menemukan oase di tengah padang pasir, hahaha.
Yup, Ceritanya adalah seorang Maluk, sarjana S1 jurusan Manajemen mencari pekerjaan. ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan, makbul melihat ada anak kecil sedang mencopet dan Muluk menangkap copet tersebut dan kemudian melepaskannya. Pada suatu Ketika Muluk bertemu dengan anak kecil pencopet tersebut dan kemudian mengantarkannya ke komunitas copet yang dipimpin oleh seorang Preman yang tugasnya menerima setoran dari anak - anak pencopet tersebut.
Ditengah krisis uang dan pekerjaan yang belum didapat, Muluk berpikir untuk "mengatur" uang hasil copet tersebut agar anak - anak kecil pencopet tersebut dapat memiliki pendidikan yang layak. Disisi lain, Muluk memiliki seorang Ayah yang konservatif terhadap agama dan absolut dalam memandang agama ( dalam hal ini Islam ), tentu saja sinis terhadap apapun yang haram. Hal ini tentu menimbulkan dilemma bagi Muluk dalam menjalankan "usahanya" ini. Dalam usahanya mendidik anak - anak tersebut ke jalan yang benar, Muluk ditemani samsul ( sarjana pendidikan ) dan Pipit yang fasih mengajar agama. sisanya bisa kalian cari tau sendiri dalam film ini.
Ok, Review gw. Akhirnya ada sebuah film yang mengalahkan film favorit 2010 gw yaitu Rumah Dara. Tidak diragukan kalau film ini benar - benar luar biasa, ceritanya yang bagus, alurnya yang jelas dan diperkuat oleh akting seluruh pemerannya yang luar biasa bagusnya, Akting tertinggi saya berikan ke Deddy Mizwar.
Filosofi-filosofi yang hadir di film ini seolah menyentil kebobrokan bangsa ini yang diakibatkan oleh Korupsi, dan Film ini secara bagus menjabarkan hal tersebut tanpa harus menghakimi mana yang benar dan mana yang salah dalam setiap dialog - dialognya terutama saat menyinggung soal agama. bahkan endingnya sendiri benar - benar dibuat menggantung dan membiarkan penonton untuk merenungi serta memikirkan sendiri. adegan favorit saya adalah scene dimana ada lagu "tanah air" luar biasa!! bahkan musik dan scorenya pun terdengar pas.
Kesimpulan, ( curhat dulu ) rada sedih karena film sebagus ini yang nonton hanya 10 orang :( di satu bioskop. cuman tetap layak dan wajib tonton. dan setelah film ini berakhir, saya merenungi kembali "keindonesian" saya dan "agama" saya. luar biasa. Nilai: 9/10
Bima
Terkait:
-
Sin Nombre
Jumat, 24 Jun '11 17:52 -
Once (2007)
Minggu, 27 Feb '11 13:32 -
Legend of the Guardians : The Owls of Ga'hoole
Sabtu, 2 Okt '10 21:19
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
sabai: Good Take
-
discobabe: Good Take
-
playmovies: Good Take
-
jamur: Informatif
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
oksbangs: Informatif

Komentar:
konfliknya muncul kelamaan. abis itu semua cerita terfokus pada muluk. hubungannya dg calon istri nggak dibahas lagi, ditinggal gitu aja karakter cewek manis berjilbab itu.
Silahkan login untuk memberikan pendapat