Musim Panas Selama 500 Hari (bagian kedua) 10

Rabu, 7 Apr '10 18:44

Ketika anda sendirian dan mendengar musik favorit anda seperti The Smith, U2, Blur, Stereophonics atau Placebo, lalu ada seorang gadis menarik yang berkata, "Aku juga suka lagu itu. Selera musikmu bagus." Lalu gadis itu ikut menyanyikan lagu yang sedang kita dengar. Apa yang anda pikirkan? Kalau saya akan berpikir kalau gadis itu "sok akrab", introvert, sakit jiwa dan imbisil. Atau saya akan berpikir, dia sangat, sangat menyenangkan.

Lalu bila anda punya hobi menggambar, menyukai arsitektur, dan ada seorang teman wanita yang meminta anda untuk menggambar gedung di tangannya ketika anda berdua duduk memandangi gedung-gedung itu, apa yang anda pikirkan? Kalau saya akan berpikir, perempuan ini kurang kerjaan, atau, dia benar-benar membuat saya jatuh cinta kepadanya.

Apakah seseorang yang memiliki kesamaan hobi dan selalu membuat anda tersenyum lalu membuat hidup anda seperti adegan di film India ketika Amitabh Bachan ataupun Govinda sedang jatuh cinta, adalah belahan jiwa anda?

Mungkin iya, tapi anda harus siap dengan kemungkinan terburuk, dia belum tentu belahan jiwa anda. Hidup adalah permainan bukan, kalau tidak disakiti ya menyakiti, atau pilih jalan tengah tidak menyakiti namun membiarkan diri disakiti.

Ini tentu saja masih berdasarkan film (500) Days of Summer, dan tentu saja adalah tentang saya yang entah kenapa jatuh cinta dengan Zoey Deschanel berdasarkan dua filmnya yang telah saya tonton, Yes Man dan (500) Days of Summer. Sosok seperti yang diperankan Zoey, terutama sebagai Summer tentu saja mampu membuat banyak pria, apalagi yang kesepian, jatuh hati. Tapi apakan pria-pria tersebut mampu membuat Summer jatuh cinta.

Aneh ketika dia tidak ingin menjadi pacar dari pria manapun namun dia kemudian mau menjadi istri dari seorang. Hanya karena membaca novel The Pictures of Dorian Gray, novel tentang seorang pria yang tidak menua dan tidak bisa terluka kecuali kalau lukisannya dihancurkan.

Dan ketika pria baik seperti Tom patah hati, Summer bisa dengan gampangnya menikah. Apa pernah perempuan seperti itu mau mengetahui ketika Tom hancur lebur? Saat jatuh cinta dia berkata. "I Love Us", dan ketika patah hati dia berkata, "Roses are red, violet are blue, f**k you, you are whore."
Ayah saya pernah berpesan, jangan pernah terlalu membenci seseorang, karena siapa tahu kelak kita akan terpaksa mencintai orang tersebut. Begitu juga sebaliknya, jangan pernah terlalu mencintai seseorang, karena siapa tahu kelak dia membuat dirinya sendiri untuk kita benci.

 


Tag: zooey deschanel, 500 days of summer, marc webb

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Artmeza 0 0
coba nonton Gigantic. peran zooey disitu sama kaya summer
sabai 0 0
Artmeza: Gigantic ini film siapa dan tahun brapa bro?
sabai 0 0
Jiaaah... yg fans berat Zooey!! reviewnya sampe bersambung bok!!! bakal ada seri ketiga gak? : D
Artmeza 0 0
sabai: film taun 2008 : Matt Aselton
gw baru liat setengah jam c, tapi aura summernya sama persis, polosnya, pertanyaanya, ampe mukanya sama... : D
Mini Door 0 0
hihi.. Jatuh cinta pada Summer yah? kenapa nggak mencoba menyukai si Autumn? : D
ndoet 0 0
[... jangan pernah terlalu membenci seseorang, karena siapa tahu kelak kita akan terpaksa mencintai orang tersebut. Begitu juga sebaliknya, jangan pernah terlalu mencintai seseorang, karena siapa tahu kelak dia membuat dirinya sendiri untuk kita benci....]

walopun agak menye-menye, tapi ini kalimatnya dalem dan benar
seeska 0 0
nice : )
-Bias Tegaralaga- 0 0
cakepan si autumn : p
caulfield 0 0
mbak zooey oh mbak zooey!
aku telah terpikat olehmu sejak almost famous!
AndriaGutama 0 0
I like Summer and Autumn both: ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat