Musim Panas Selama 500 Hari 7
Selasa, 6 Apr '10 20:32
Film adalah inspirasi, menginspirasi dan berawal dari sebuah inspirasi. Sama dengan cinta, sama kelamnya seperti Schindler's List, sama berdarah-darahnya seperti SAW, sama menggugahnya seperti Saving Private Ryan, sama fantastisnya seperti Avatar, sama indahnya seperti Sleepless in Seattle, dan sama memuakkannya seperti Kain Kafan Perawan.
Analogi menarik yang baru saya pikirkan tadi. Tentang cinta dan film, dan juga sedikit tentang takdir. Tentu saja terinspirasi dari sebuah film, judulnya 500 Days of Summer. Menarik dan hanya membuat saya merutuk saja.
Apakah dengan mudah seorang Summer berkata kalau, aku tidak memilihmu karena aku kurang yakin dan aku menikah karena sebuah takdir? Lalu semua hal yang dia lakukan bersama Tom adalah sebuah, proses bersenang-senang?
Jatuh cinta kepada seorang seperti Summer adalah seperti memacu mobil anda di jalan tol yang sepi, seorang gadis yang menyenangkan yang menyukai The Smith dan Ringo Starr. Seorang gadis yang mencium anda duluan di depan mesin fotokopi yang ketika tertawa akan membuat anda enggan menyukai perempuan lain.
"I love her smile. I love her hair. I love her knees. I love how she licks her lips before she talks. I love her heart-shaped birthmark on her neck. I love it when she sleeps."
Tapi memang benar, dalamnya hati perempuan tidak bisa tertebak. Setelah puas mengumbar cinta dengan Tom sehingga pemuda baik-baik itu patah hati, dia dengan bebas menikahi seorang pria yang ia kenal di taman ketika ia membaca Dorian Gray. Semudah itu ternyata? Dan tetap saja pria yang bajingan.
Saya mengumpat cukup banyak ketika menonton film tadi, dan saya akan sangat kesal bila tidak menuliskan hal tersebut dalam sebuah catatan bodoh. Tentang Summer atau Zooey Deschanel yang benar-benar menarik dan kejadian di film karya Marc Webb ini.
Ketika malam penganugerahan Oscar, ada sedikit footage behind the scene dari film Inglorious Basterds milik Quentin Tarantino. Untuk menyemangati para kru yang sudah lelah, Quentin membuat sebuah slogan dan meneriakkan ketika keletihan di antara kru.
"Why we do this? BECAUSE WE LOVE MAKING MOVIE.", begitu seruan di lokasi shooting.
Dan ketika ada seorang perempuan kelak yang bertanya, kenapa saya mencintai atau menyukai dia, saya akan menjawab.
"Because I love loving you."
Tag: zooey deschanel, 500 days of summer, marc webb
Terkait:
-
Musim Panas Selama 500 Hari (bagian kedua)
Rabu, 7 Apr '10 18:44 -
[Review] 500 Days of Summer (2009)
Selasa, 12 Okt '10 12:48 -
Merayakan Sebuah Inception
Minggu, 18 Jul '10 15:53

Komentar:
This is not a love story, it is a story about love
yang paling menarik adalah cara bertuturnya, unusual.
@ Sabai - saya malah gak sedikit pun boring lho sepanjang film!
poin penting yang dapat ku ambil, sesuatu yang sudah diyakini ternyata bisa meleset juga..
Silahkan login untuk memberikan pendapat