KERAMAT - Horor Cerdas 14
Selasa, 6 Apr '10 17:23
Produksi: Starvision Plus
Sutradara dan Penulis: Monty Tiwa
Bintang: Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma, Diaz Ardiawan
Durasi 82 menit
Jangan lekas-lekas memberi stempel jelek pada film horor produksi lokal. Kalau tidak percaya, tontonlah Keramat. Tak berlebihan jika film ini saya anggap sebagai film horor paling cerdas yang pernah dibuat di Indonesia, bahkan jika dibandingkan dengan era kejayaan sinema Indonesia di masa silam, dengan Suzzanna sebagai icon-nya. Saya benar-benar penggemar horor lho.
Film ini memberi modifikasi segar dari konsep yang sebenarnya sudah sering dipakai. Anda mungkin kenal film-film seperti Blair Witch Project atau Paranormal Activity. Film ini sedikit meniru polanya, tetapi diberi muatan lokal yang padat dan sangat khas Indonesia. Hasilnya mendobrak konvensi dan kejenuhan yang sedang melanda film horor Indonesia.
Ceritanya mengikuti perjalanan sekelompok tim produksi film dari Jakarta ke Bantul untuk tahap pra-produksi. Dengan gaya metropolis yang tak acuh, mereka memasuki daerah yang dianggap sakral dan keramat. Kejadian-kejadian aneh pun mulai menghantui mereka. Dari sekadar alat musik yang berbunyi sendiri, tersesat berjam-jam, kesurupan dan puncaknya ketika Migi sang aktris utama menghilang, konon diculik mahluk halus. Untuk mengembalikan Migi, kelompok ini pun harus menempuh perjalanan spiritual dengan nyawa sebagai taruhannya.
Mungkin inilah film layar terbaik karya Monty Tiwa sepanjang karir sebagai sutradara. Di film ini, Monty tampak sudah sangat luwes mengolah tempo dan alur cerita, sehingga dapat lebih mampu engage penonton. Adegan-adegan film ini seperti mengalir lancar, terutama dengan dukungan kekuatan akting yang sangat wajar dari seluruh pemainnya. Jarang banget film horor Indonesia yang aktingnya wajar. Saya sendiri meng-underline Miea Kusuma sebagai aktris yang paling mencuri perhatian di film ini. Semoga tahan banting dan dapat kesempatan luas untuk menguji kemampuan di kerasnya industri film Indonesia.
Logika filmnya juga sangat lancar dan tidak terpatah-patah atau mengada-ada. Namanya film horor, sudah pasti ceritanya itu hal-hal yang irasional, justru itu kan tantangannya untuk membuat orang percaya. Monty berhasil dalam hal ini! Latar tradisi kejawen yang dimanfaatkan Monty memberi basis yang kuat bagi logika filmnya, dan dia tidak setengah-setengah dalam eksplorasinya. Jadi inilah hasilnya!
Saya sendiri agak kurang suka chapter terakhir film ini, seperti agak dipaksakan masuk ke jalan cerita yang sudah keren. Tetapi sudahlah, tak ada gading yang tak retak dan tidak terlalu mengganggu sih sebenarnya. Toh, ini cuma masalah selera. Secara keseluruhan, saya menyukai film ini dan memasukannya di dalam kategori Top 5 Film Indonesia 2009. Bravo film Indonesia!
Tag: horor, DVD, Film Indonesia, Monty Tiwa, Starvision
Terkait:
-
Madame X - Superhero Dendong
Rabu, 9 Mar '11 22:19 -
Review: Pengabdi Setan (1980)
Sabtu, 22 Jan '11 17:59 -
Worst Way of Being a Dick!
Sabtu, 15 Mei '10 17:45

Komentar:
jadi penasaran...
Ada film apa aja di dalam daftar top 5 film Indonesia itu?
maksudnye Hantu2nya pada jagoan main catur gitu ye?
sabai: (Gak pake urutan ya): Pintu Terlarang, Emak Ingin Naik Haji, Keramat, Identitas, Romeo-Juliet. Di luar top 5 tapi cukup penting juga ada Merantau & Heartbreak.com.... Ih standar banget ya...
Kalo mbak suka apa aja?
Penghuni Hutan Gaibnya cantik yah....hehehe
Silahkan login untuk memberikan pendapat