Adam (2009) 5
Senin, 5 Apr '10 17:16
" Beth Buchwald: My favorite children's book is about a little prince who came to earth from a distant asteroid. He meets a pilot whose plane has crashed in the desert. The little prince teaches the pilot about love many things, but mainly about love. My father told me I was like the little prince. But after I met Adam, I realized I was the pilot all along."
Segera setelah kepindahannya ke sebuah apartemen di Manhattan, New York, Beth (Rose Byrne), berkenalan dengan pemuda bernama Adam (Hugh Dancy). Adam ternyata bukanlah pemuda biasa, ia menderita Asperger syndrome, sebuah penyakit yang membuatnya kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, walupun kenyataannya Adam adalah pemuda yang cerdas, apalagi jika berhubungan dengan astronomi.
Berawal dari pertemuannya itu, hari demi hari hubungan Adam dan Beth mulai menjadi dekat . Beth mulanya hanya merasa iba terhadap kondisi yang dialami Adam pun jatuh cinta kepada pemuda berusia 29 tahun itu. Mencintai Adam tentu bukanlah perkara mudah. Ketidakmampuan Adam untuk mengerti perasaan yang dialami oleh Beth membuat Beth harus ekstra sabar dalam mengahadapi prilaku Adam yang terkadang bertindak terlalu berlebihan dalam menghadapi sesuatu. Belum lagi kehadiran Ayah Beth (Peter Gallagher) yang tampaknya tidak menyukai Adam. Pada akhirnya sebuah pilihan harus diambil oleh Beth, pilhan yang akan menentukan nasibnya dan juga Adam.
Cinta.....sebuah kata dengan berjuta-juta makna yang tercipta dari perasaan dan emosi manusia yang paling dalam terhadap sesuatu atau seseorang yang sangat mereka sukai. Hampir semua orang normal di dunia ini pernah merasakan atau setidaknya mengerti apa arti cinta, namun apakah arti cinta bagi seorang penderita Asperger syndrome yang notabene kesulitan untuk bersosialisasi dan merasakan perasaanya sendiri maupun orang lain? Mungkin melalui Adam kita akan sedikit diberikan gambaran apa arti cinta bagi penderita penyakit yang merupakan cabang dari Autisme ini.
Max Mayer, selaku sutradara dan penulis cerita mencoba melakukan pendekatan yang sederhana dan realistis pada debut film layar lebarnya ini, dan hasilnya ternyata cukup efektif membawa emosi penontonnya masuk kedalam kisah romantis dua pasangan yang 'tidak lazim' ini, meskipun premis ceritanya sendiri klise dan bukan sesuatu yang baru, mengingat sudah banyak film2 mengangkat cerita seperti ini. Untung saja Mayer tidak ingin terjebak dalam keklisean dengan memberikan film yang memenangkan Alfred P. Sloan Feature Film Prize dalam Sundance Film Festival ending yang realistis dan tidak menjual mimpi2 layaknya kisah2 dongeng romantis.
Nama Hugh Dancy yang didapuk sebagai Adam bermain cukup menyakinkan sebagai seorang pengidap Asperger syndrome, pemeran Galahad dalam film King Arthur ini juga berhasil menghidupkan karakter Adam dengan segala kekurangan dan kelebihannya tanpa terlalu over dosis, dan penampilan Rose Byrne yang lembut dan cantik sebagai Beth terasa menyejukan mata penontonya walaupun secara keselurahan penampilan aktris yang pernah beradu akting dengan Nicholas Cage dalam Knowing ini sendiri terkesan biasa2 saja.
Overall, bagi penggemar drama romantis, Adam mungkin bisa dijadikan alternatif pilihan menonton, memang film inde satu ini tidak menampilkan sesuatu yang baru pada ceritanya, namun tetap saja kisah percintaan antara dua orang yang bertolak belakang selalu menarik untuk ditonton.
Tag: drama, romantic, Indie, asperger syndrome
Terkait:
-
Keluarga adalah segalanya
Rabu, 20 Apr '11 21:08 -
Flickering Light (2011) : Cinta di atas Hemofilia
Jumat, 4 Mar '11 22:10 -
City Island (2009)
Selasa, 26 Okt '10 00:39

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat