Confucius: Bagaimanakah (Seharusnya) Berpolitik? 7

Minggu, 21 Feb '10 13:15

Film-film Tiongkok dengan latar belakang era dinasti merupakan film-film favorit saya. Selain karena menunjukkan kekuatan (yang mana biasanya film-film ini sangat kolosal, apalagi ketika adegan perang), film-film Tiongkok selalu menunjukkan sisi kebudayaan, strategi, dan tradisi yang adiluhung.

Salah satunya adalah film Confucius, yang dibintangi oleh Chow Yun Fat. Film yang mengangkat soal kehidupan Kong Qiu (bapak dari ajaran Konghucu - Confuciu) ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita, terutama dalam membentuk tata pemerintahan.

Sebagai anak dari seorang tentara kerajaan Dinasti Han, Kong Qiu mengalami berbagai cobaan hidup, yang membuatnya makin arif menghadapi dunia.

Kisah berawal dari dipanggilnya Kong Qiu yang saat itu menjabat sebagai walikota yang berhasil membawa ketentraman dan keamanan, diamanati oleh kaisar Lu sebagai menteri Hukum untuk membawa dinasti kepada keadaan yang lebih baik.

Kong Qiu, dengan kearifan, pemikiran, dan akhlaknya, mampu membawa Dinasti Lu menjadi dinasti yang besar. Salah satu prestasi gemilangnya adalah dia bisa merebut 3 kota yang dikuasai oleh dinasti Qi tanpa melakukan perang.

Namun rupanya politik lagi-lagi menunjukkan sifatnya. Karena persekongokolan, Kong Qiu justru diasingkan. Seolah-olah jasa-jasanya kepada dinasti Lu tidak berharga. Sebuah gambaran bahwa "orang jujur dan baik" justru akan hancur bila terjun ke dunia politik.

Kong Qiu kemudian memutuskan untuk mengembara diikuti para muridnya, meninggalkan anak-istrinya untuk mengajarkan berbagai filosofi hidup. Hingga pada suatu saat, dinasti Lu berada di ambang kehancuran, dan meminta Kong Qiu kembali ke dinasti Lu.

Kong Qiu, yang sepertinya trauma dengan kehidupan politik, memutuskan kembali pulang, dengan satu syarat: dia tidak akan terjun ke dunia politik.

Kong Qiu mengajarkan bahwa membangun suatu pemerintahan yang sehat harus dengan akhlak dan kesopanan. Memegang teguh keyakinan juga menjadi kunci utama untuk membangun pmerintahan dan negara yang baik.

Film ini memberikan (juga menunjukkan) bahwa dunia politik itu dunia yang penuh persekongkolan. Hanya mereka yang berakhlak baik, memimpin dengan sopan dan memegang keyakinan lah yang mampu membawa negara menjadi baik.

Namun, meski banyak pelajaran yang dapat diambil, apakah semua ajaran ini sudah diterapkan?

 


Tag: Confucius, Chow Yun Fat, Tiongkok, dinasti

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

oksbangs 0 0
Sejak liat trailernya, gw pingin banget nonton film ini. Udah main di bioskop kah?
ndorokakung 0 0
ini film ada berantemnya nggak sih?
Gambliz 0 0
Kenapa ya Chow Yun Fat ga pernah dapat karakter jadi orang yang susah, or at least ordinary human aja gitu....

Karakter-nya yang sangat human (walaupun tetep komikal) seingatku pas dia main jadi penjudi kakap amnesia dan menjurus idiot di "God of Gambler"...(eh bener ga sih???)
sabai 0 0
sama 14Blades bagus mana Matt?
jokotarub 0 0
kagak ngebosenin ye pilemnye?
sofie 0 0
ndorokakung:
ada, berantem taktik politik : p
sabai:
bagusaaannn ini jauhhhhhhh , menurutku : D
jokotarub:
dijamin gak bosen deh, aku sih gitu : D

ini kok aku yang jawab ya, yang punya tulisan mana nih? : ))
Matt Zammy 0 0
sofie: terimakasih dik Sofia atas penjelasannya.. *loh?

Silahkan login untuk memberikan pendapat