Slumdog Millionaire (1) 7
Jumat, 22 Jan '10 19:18
Bila firasat ini memang benar, memilikimu adalah maksud dari sebuah rencana besar, merubah hidupku...
Saya baru saja selesai nonton film Slumdog Millionaire. Memang sih, udah agak lama filmnya, tapi baru kemarin malam ini saya melihat film tersebut. Ada empat hal yang saya pelajari dari film itu :
1. Agama sudah dijadikan propaganda paling murahan di balik segala bentuk peperangan/kekacauan
2. Sekali lagi saya diyakinkan, bahwa cinta adalah kekuatan terbesar yang ada di dunia ini
3. Jangan menilai orang dengan berpikir 'siapa dia', tetapi nilai lah orang dari pengalaman hidupnya
4. Orang pintar, terkadang kalah dengan orang beruntung
Seperti yang sudah katakan sebelumnya, atau tuliskan, sebenarnya di dunia ini tidak ada anak yang jahat. Mereka hanyalah korban dari kekerasan di lingkungannya, korban nasehat yang buruk, korban kurang kasih sayang dan perhatian, korban ketidak adilan, dan lain sebagainya. Semua anak yang lahir di dunia ini sama. Mereka seperti kertas putih yang polos dan baik adanya. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, kertas putih itu mulai ditulisi dengan hal-hal yang berbeda satu dengan lainnya. Dan itulah yang menjadi sampul dalam kehidupan mereka. Yang terbaca oleh orang lain sebagai sebuah wacana.
Tetapi, bahan kertas putih itu juga lain-lain, ada yang tebal, tipis, halus, kasar, berserat tinggi, atau ada yang mudah sobek. Itulah watak, karakter masing-masing anak. Sehingga, orang-orang yang bertanggung jawab akan anak tersebut, harus mengerti juga bagaimana karakter si anak tersebut. Tapi, pada dasarnya semua sama, putih bersih.
Jamal dan Salim, dua orang kakak beradik yang hidup di perkampungan miskin di India, sejak kecil selalu hidup dikelilingi kekerasan dan ketidak adilan. Dari mulai dihajar oleh gurunya, dikejar polisi karena arena bermain mereka di bandara, hingga melihat ibunya dibunuh akibat konflik antar agama.
AGAMA. Waktu SMA, saya diajarkan bahwa agama itu berarti tidak kacau (a : tidak, gama : kacau). Jadi agama dibuat agar hidup manusia tidak kacau, dalam artian bisa hidup rukun. Tetapi, apa yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini? Agama sudah dijadikan propaganda paling efektif untuk menebar teror, menimbulkan konflik, dan akhirnya berakibat kekacauan dimana-mana. Atau sebenarnya orang-orang yang tak beragama lah yang membuat itu semua? Sudah bebal dengan ajaran agamanya, karena tiap hari dicekoki isi kitab suci, sehingga mereka berpikir bahwa dirinyalah yang benar dan semua orang selain mereka salah, dan patut mati. Mereka kemudian berlagak menjadi tuhan, dengan menghakimi orang, menghukum orang, tapi buta akan apa yang sudah diperbuatnya itu melanggar perintah Tuhan. Mereka, yang katanya beragama dan bertuhan, mulai bertindak merendahkan Tuhan, dengan alih-alih membela namaNYA, mereka kemudian membunuh orang yang dianggap kafir. Bukankah Tuhan tidak perlu dibela manusia? Dia, Allah Sang Raja Manusia, bisa bertindak dengan kuasa dan kekuatanNya sendiri. Tetapi, manusia yang katanya bertuhan dan beragama itu, malah merendahkanNYA dengan berbuat anarki sambil berteriak menyerukan namaNYA. Bukankah ini malah merendahkan Allah Sang Mahakuasa? Atau, sebenarnya mereka hanyalah budak-budak iblis yang bertopeng orang beragama? Serigala-serigala piaraan setan yang dilepas ke dunia untuk berbuat nista, agar Allah Mahabesar itu akhirnya mulai ditinggalkan manusia.
Entahlah, yang jelas nanti pada saatNYA, Sang Raja Manusia itu akan menunjukkan kekuatan dan kuasaNYA, dengan menangkap serigala-serigala itu dan melemparnya ke api neraka.
Akhirnya, Jamal dan Salim lolos dari pembunuhan massal yang terjadi di kampung mereka. Mereka diikuti gadis kecil bernama Latika. Dari sinilah cinta itu bermula. Cinta Jamal kepada Latika, begitu pula sebaliknya. Hingga akhirnya, semua yang dilakukan Jamal, adalah hanya alasan-alasan cintanya untuk Latika. Sampai alasan mengapa Jamal akhirnya ikut acara "Who Want's to be a Millionaire", karena dia hanya ingin Latika melihatnya.
Memang begitulah cinta, kekuatannya tiada yang setara. Banyak kejadian ajaib dan perbuatan luar biasa di dunia, juga karena alasan cinta. Pastikan pada semua, hanya cinta yang sejukkan dunia (Dewa 19 - Cukup Siti Nurbaya). Tanpa cinta di dalam hati, pasti hidupmu tak bermakna (Ari Lasso - Arti Cinta). Jika mungkin bumi harus terguncang badai, tapi cinta tak akan mungkin hilang (Padi - Tak Hanya Diam). Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini, bukan karena kuat dan hebatku, semua karena cinta (Joy Tobing - Karena Cinta).
Ah... saya pikir 98% tindakan atau perbuatan kita selama hidup di dunia, pastilah karena cinta. Dan kita bisa tetap bisa tersenyum apapun yang terjadi pada diri kita, pasti juga karena cinta. Kekuatan tak terlihat, kekuatan yang bisa membuat segalanya menjadi ada dan bermakna.
Tetapi, mereka yang tidak mengerti dan tidak percaya akan kekuatan cinta, akan meledakkannya dengan sia-sia, dan membuat hidup mereka menjadi tidak bermakna. Itulah yang saya lihat dari kehidupan Salim, kakak Jamal, sepanjang hidupnya. Dia mempunyai cinta dalam hatinya, tapi dia selalu menyangkal akan kekuatannya, menyia-nyiakannya. Dan, semua orang yang sudah melihat film itu, pasti tahu bagaimana akhir hidupnya.
********/*******
Terkait:
-
melaju di ranah cin(T)a perfilman Indonesia
Selasa, 11 Okt '11 12:50 -
Hear Me (2009)
Kamis, 2 Jun '11 04:42 -
Sebuah Tanda Tanya Bernama Agama
Kamis, 12 Mei '11 17:19

Komentar:
thanks to victor yg membawa prespektif baru menonton film ini.
Dan cintalah yang semakin banyak kita berikan, akan semakin banyak kita dapatkan kembali, meski tanpa kita minta
Selain adegan kerusuhan akibat konflik agama yang bikin ibunya Jamal terbunuh, dialog atau informasi apa lagi yang bisa mengarah ke soal agama?
Kalau digambarkan ada tokoh polisi yang 'kemudian berlagak menjadi tuhan, dengan menghakimi orang, menghukum orang, etc' itu dia lakukan karena memandang rendang kelas sosial jamal yang cuma chai walla, alias tukang bikin teh susu di kantor tempatnya bekerja.
Karena Jamal anak yang tumbuh di slum, miskin dan nggak sekolah. Itu saja. Bukan karena agamanya.
Bukan berarti argumentasi Anda soal agama itu lemah atau meleset, tapi konteksnya pada film ini rasanya kurang pas, karena alasan yang saya sebut diatas itu.
Ini yang buat pemikiran saya sampai kesana... juga karena saya lagi nyoba nulis novel adaptasi dari film cin(T)a, kan juga ada dialog antara Cina dan Anissa :
"Agama sudah dijadikan propaganda peperangan yang paling murahan di sepanjang sejarah. Orang-orang bodoh lebih mudah diprovokasi, makanya kita diberi kesempatan lebih buat belajar", kata Cina.
"Kamu pikir orang-orang di Yerusalem (Timur Tengah) bodoh semua? Perang ratusan tahun gak berhenti-berhenti." jawab Anissa.
Masih OTT (On The Topic) kan? Bicara film juga... hehe
* keterkaitan agama dan budaya masyarakat kalangan bawah. yang berujung pada fanatisme
* fanatisme kemudian ditabrakkan dengan toleransi beragama
kemiskinan tidaklah salah menjadi sentral pada slumdog. tetapi di dalam kemiskinan itu, ternyata tersimpan topik abadi tentang agama, manusia, dan tuhan sebagaimana dijelaskan Victor di komen atas.
tentu saja masing2 punya level yg berbeda atas ketertarikan terhadap isu agama.
baru nonton setelah diputer di tipi swasta .. hihih ... dulu lagi demam oscar males nonton. setelah belakangan tahu bahwa film ini disutradarai danny boyle (trainspotting), barulah agak tertarik.
dari trainspotting danny boyle memberikan pelajaran tentang riset mendalam atas 'penyakit sosial' dan tentu saja visualisasi tentang hal paling jorok di dunia ini. kalo di trainspotting sih cukup "the worst toilet in scotland" ...
berhubung setting mumbai yg dipilih udah cukup jorok, jadi musti lebih vulgar lagi ... tapi gak terlalu parah sih. soalnya settingnya pas outdoor (adegan awal kecemplung wc)
*salam jorok ... hiyyy*
Silahkan login untuk memberikan pendapat