At the End of Daybreak – Dilema Cinta Terlarang di Negeri Jiran 5

Selasa, 19 Jan '10 09:05

At the End of Daybreak (Sham Moh) adalah salah satu dari sedikit film Malaysia yang berani mengajak dunia memperbincangkan tabu. Mengajak kita membincangkan dengan jujur tentang dorongan-dorongan yang salah, lantas tentang rangkaian keputusan dan tindakan yang menciptakan belitan masalah yang kian lama sulit diurai.

Dalam film besutan Ho Yuhang ini, kita diperkenalkan pada Tuck Chai, seorang pemuda 23 tahun yang berhubungan asmara dengan Ying, seorang gadis sekolahan yang masih di bawah umur. Bermula dari chatroom di Internet, hubungan terlarang ini awalnya berjalan mulus, sampai ketika teman-teman sekolah Ying ikut terlibat dan mengambil tindakan.

Dunia dua keluarga mulai goyah, terutama bagi Tuck Chai dan ibunya.

Tuck cai diperankan salahsatu bintang multibakat Hong Kong Chui Tien You, tinggal bersama ibunya (aktris kawakan Hui Ying Hung) yang terus tertekan setelah pengkhianatan suaminya. Namun di balik kesedihannya, ia rela melakukan apapun demi sang buah hati. Ketika orang tua Ying menyatakan akan melaporkan Tuck Chai ke polisi, sang ibu memohon agar persoalan mereka diselesaikan di luar pengadilan, dengan uang kompensasi yang harus ia pinjam dari mantan suaminya.

Setelah menerima uang, orang tua Ying memutuskan tetap melapor ke polisi. Batasan-batasan baik dan buruk, benar dan salah, menjadi kabur. Ying - diperankan bintang TV Asia Tenggara Ng Meng Hui – ingin menemui Tuck Chai untuk terakhir kalinya, ketika hubungan lelaki itu dengan ibunya sedang genting.

Dalam waktu singkat, akibat cinta buta dan keserakahan hidup beberapa orang bukan lagi dipertaruhkan, melainkan terus terperosok ke dalam kehancuran.

Film ini menggandeng nama-nama terbaik dari sinema Malaysia yang sedang tumbuh, termasuk produser Lorna Tee, sinematografer Teoh Gay Hian dan musisi Pete Teo, At the End of Daybreak adalah salah satu persembahan kultural Malaysia yang perlu kita nikmati. Semoga akan diputar lagi, selain di JIFFEST 2009 lalu. 

 

TECHNICAL SPECIFICATIONS

 

Running Time                     94 minutes

Gauge                                  35mm 1:1.85 Color

Sound                                   Dolby 5.1

Language                             Cantonese/Mandarin

Year of Production             2009

Country of Production       Malaysia/ South Korea

 


Tag: Festival, film malaysia, Jiffest

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

venus spice 0 0
film yang sangat menarik,,, aku selalu suka dengan film2 yang mengangkat sisi kelam manusia,,, masuk bioskop indonesia gak ya???
kniwe 0 0
Mudah-mudahan masuk, soalnya katanya Kalyana yang jadi distributor lokalnya...
sabai 0 0
Paling nggak bisa berharap main di Blitzmegaplex kali yaaa..
Kayak Cicak Man, film Malaysia parodinya Spiderman ituuuh : ))
Si Pisau Terbang 0 0
kapan main di mari neh? kita nonton barengggg...
kniwe 0 0
Baru dapat kabar dari Kalyana, film ini akan beredar di jaringan Blitz Megaplex di bulan Februari 2010. Yuk nonton bareng!

Apa kita kerjasama dengan Kalyana saja?

Silahkan login untuk memberikan pendapat