Piracy is (not) crime in Indonesia 6

Selasa, 12 Jan '10 00:05

 

Pertama saya mau bertanya, apakah anda pernah dikirimi atau mengirimi file mp3 lagu - lagu populer dari ponsel anda ?. Saya yakin mayoritas dari anda pasti pernah membagikan file - file digital kepada orang lain disekitar anda. Apa ini termasuk pembajakan (piracy) . Dalam Wikipedia, Pembajakan adalah kegiatan merampas barang atau hak orang lain. Kegiatan ini dalam Undang - undang Hak Cipta (UUHC) sudah diatur dan ada sanksi khusus bagi yang melanggar. Namun Indonesia sebagai negara berkembang dengan tingkat pendapatan relatif lebih rendah dari negara lain, menghalalkan adanya pembajakan itu sendiri. Buktinya : banyak sekalli produk bajakan mulai sembako, tekstil, elektronik, perangkat lunak ( software ) yang beredar di pasaran namun pihak-pihak terkait hanya setengah hati dalam mengatasi masalah itu dan malah ada yang memakai produk bajakan tersebut.

Hiburan merupakan kebutuhan pokok selain sandang, pangan dan papan. Di tengah era kemajuan teknologi yang semakin cepat & canggih ini, Internet dipandang sebagai sarana untuk menghubungkan semua orang didunia ini. Begitupun dengan karya cipta manusia baik itu musik, fotografi, software, video (film) dll yang ikut dipasarkan lewat jalur internet. Kita dengan mudahnya dapat membajak produk tersebut tanpa perlu mengeluarkan uang / membeli produk itu karena telah disediakan oleh situs - situs sharing di internet.

Disini saya mau menyoroti tentang kegiatan mengunduh film di Internet secara ilegal. Alasan dari orang - orang yang sering menjadi predator film internet :
1. Faktor ekonomi ( gaji kepala keluarga katakanlah perbulan Rp 1,5 juta bila buat nonton film di bioskop dengan mengajak istri & 2 anaknya = Rp 60.000, Rp10.000 bisa buat beli dvd bajakanya / paket internet 10 jam dan sisanya Rp 50.000 bisa buat kebutuhan hidup sehari - hari )
2. Faktor distribusi film ( distributor film tampaknya pilih - pilih film dalam menyalurkan filmnya, sehingga banyak film bagus lainya yang tidak tayang/terlambat tayang di Indonesia. Hal ini memicu para filmgoers untuk terpaksa mengunduh film yang ingin ditontonya karena ga bakalan tayang di Indonesia )
3. Faktor Lembaga Sensor Film ( pernah saya kesal lihat film di bioskop karena banyak potongan yang dilakukan oleh LSF, sedangkan film di Internet biasanya tidak terpotong - potong sehingga kita bisa lebih mengerti keseluruhan cerita dari film itu )
4. Faktor lain - lain / ini alasan pribadi saya -> bukan rahasia lagi kalo sistem ekonomi dan sumber daya alam kita dikuasai oleh negara lain. Kita bagaikan diperah oleh negara-negara maju, lha kapan lagi kita dapat menikmati kekayaan asli negeri kita yang dicuri oleh negara-negara maju kalo tidak mengambilnya lewat jalan belakang salah satunya lewat mengunduh hasil karya mereka di internet !!

Kesimpulan : donload ilegal di internet itu melanggar hukum, tetapi apa/faktor-faktor yang membuat kita mendonload ilegal itu dulu yang seharusnya bersama-sama kita cari solusinya agar semua warga negara Indonesia bisa mendapat kebutuhan hiburan yang layak dan terjangkau.

Kepanjen, 11 januari 2010, jam 11.pm

 


Tag: film, piracy

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Kalau dari pengamatan sepintas dan obrolan ala warung kopi, kayaknya faktor distribusi dan alasan ekonomi masih yg utama.
Saya pun masih beli belum sanggup mengharamkan download film atau beli dvd bajakan.

Lha, kalo filmnya gak tayang di 21 gimana nontonnya?
Akibat monopoli jaringan 21 dong? bisa juga, secara gak langsung.

Atau tayang di 21 tapi sebentaaaar banget! Baru 2 hari, sepi, pas masuk weekend diganti judul lain yg box office.
Terpaksa lari ke DL atau DVD, dr pd penasaran.
sabai 0 0
Kalau dari pengamatan sepintas dan obrolan ala warung kopi, kayaknya faktor distribusi dan alasan ekonomi masih yg utama.
Saya pun masih beli belum sanggup mengharamkan download film atau beli dvd bajakan.

Lha, kalo filmnya gak tayang di 21 gimana nontonnya?
Akibat monopoli jaringan 21 dong? bisa juga, secara gak langsung.

Atau tayang di 21 tapi sebentaaaar banget! Baru 2 hari, sepi, pas masuk weekend diganti judul lain yg box office.
Terpaksa lari ke DL atau DVD, dr pd penasaran.
sabai 0 0
Lhaaaa... Komennya kepencet 2x!!!
Oiya, di Jkt (dan Bdg) ada Blitz yg menayangkan macam2 film non box office Hollywood. Tapi pergi ke GI, PP apalagi MOI itu jauuuuuh dan maceeeet sekali...
Haryo 0 0
"sabai: thanks for your double comment : D . Dengan fenomena menjamurnya film2 Nasional, hal ini berdampak langsung dengan makin sedikit / terlambat tayang film2 import yang secara kualitas lebih bagus. Apalagi di kota-kota kecil yang sekarang lebih mendahulukan film lokal, it's suck for me : ("
venus spice 0 0
Haryo: setuju,,, penonton di daerah dipaksa untuk menonton film-film jeblok kualitas kayak suster keramas, paku kuntilanak, dsb... padahal kita inginnya nonton film yang berkualitas baik untuk menambah wawasan, ya gimana lagi caranya selain beli dvd bajakan,,,
Haryo 0 0
venus spice: thanks bro, semoga untuk kedepan distributor film kita bisa lebih mengimbangkan porsi film lokal dan luar khususnya di bioskop daerah, agar konsumen film seperti kita bisa menonton film berkualitas dan mengurangi pembajakan

Silahkan login untuk memberikan pendapat