Sebuah Pertanyaan Tentang Hidup, The Curious Case of Benjamin Button 12

Jumat, 18 Des '09 11:39

"Apakah kau akan tetap mencintaiku saat aku semakin menua dan jompo?" ujar Daisy Fuller pada Benjamin Button. Sebuah pertanyaan klasik dari para perempuan bagi pasangan mereka, apakah "kita" (karena saya lelaki) akan tetap mencintai mereka saat waktu memakan mereka dan bisa jadi membuat mereka jadi tidak semenarik seperti hari ini saat kita begitu berbunga-bunga berkata cinta pada mereka.

Saya ataupun Anda pasti selalu mempunyai jawaban yang sebenarnya sama saja namun saya pastikan memiliki variasi cita rasa yang berbeda, tapi intinya kita akan selalu berkata "Aku akan terus mencintaimu bahkan jika urat nadi ini harus berhenti bekerja," Karena kita bukanlah Benjamin Button, lelaki yang menyebut dirinya "I was born under an unusual circumstances" ini memiliki pilihan jawaban yang tak kalah dahsyatnya "Apakah kamu akan tetap mencintaiku di saat aku terus mengompol dan meminta untuk menyusu?"

Karena Benjamin memang terlahir dalam keadaan yang sangat berbeda dengan kita semua. Saat lahir dokter berkata "Ia tidak seperti bayi, tapi malah memiliki segalanya yang dimiliki oleh lelaki renta," Benjamin terlahir dengan fisik tua untuk kemudian menjadi semakin muda, muda, semakin muda hingga akhirnya ia akan menjadi remaja, kanak-kanak, balita, bayi sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.

The Curious Case of Benjamin Button (TCCoBB) adalah karya terkini milik David Fincher, orang yang pernah menghasilkan mega karya Fight Club, Seven, The Game dan Panic Room. Berdasarkan cerita pendek milik Scott H Fitgerald. Ditulis ulang oleh Eric Roth yang pernah menulis Forrest Gump, TCCoBB versi layar lebar adalah sebuah adaptasi sempurna antar media. Eric sama sekali tidak mengambil setting, alur bahkan keutuhan karakter yang terserak di versi cerpennya. Ia bahkan membunuh banyak karakter dan menghadirkan karakter-karakter baru karena medium sinema memang berbeda dengan cerpen ataupun novel.

Praktis tinggal premis dari kisah ini sendiri yang ia pertahankan dan kemudian menjadi fondasi utama film yang disebut oleh Balki secara fantastis sebagai "Setiap shotnya adalah lukisan!". Sementara di sepanjang bukunya kita akan tertawa atas semua humor satir yang muncul, filmnya justru membuat kita merenung tentang segala kehidupan yang kita jalani.

Benjamin dan Daisy pertama kali bertemu saat masing-masing berusia 9 dan 5 tahun, namun jika Daisy terlihat layaknya anak-anak berusia 5 tahun maka Benjamin malah lebih cocok ia panggil kakek karena berpotongan layaknya lelaki berusia 71 tahun. Sepanjang film mereka saling mencintai dan merindu, di sepanjang film juga Daisy terus mengagumi Benjamin yang semakin lama semakin tampan, muda dan matang.

Sementara banyak orang ingin terus muda, apakah menjadi semakin muda saat usia terus bertambah adalah sebuah keuntungan? Benjamin Button justru merasa tidak. Sepanjang hidupnya ia merasa sendiri, layaknya lelaki renta yang tinggal di rumah jompo ia terus merasa hidupnya hanya tinggal waktu dan memang sendirian. Di saat usia bertambah dan fisiknya semakin muda, ia malah semakin tidak memiliki teman karena semua temannya justru semakin renta dan lemah sehingga bukan lagi teman yang pas baginya.

Tak seorangpun ingat bahwa lelaki yang diperankan dengan luar biasa oleh Brad Pitt ini pernah tua dan semakin lama semakin muda. Tidak seperti kebanyakan orang, di akhir hidupnya Benjamin tidak mendapatkan penghormatan yang layak dari mereka yang mengenalnya, hanya karena ia semakin lama semakin berfisik anak-anak. Sebaliknya saat ia kanak-kanak, segala sikap segan dan menghargainya sebagai orang dewasa justru terus ia dapatkan.

Dengan tata gambar dan make up yang menawan, TCCoBB adalah kandidat perebutan Oscar yang cukup kuat. Kemampuan menyulap Brad Pitt dari kakek-kakek jompo sampai akhirnya jadi abege adalah pencapaian tata rias yang luar biasa. Senada dengan kemampuan memudakan kembali Cate Blanchett sekaligus menuakannya "Setiap shot  adalah lukisan!" seperti kata Balki tadi, karena seluruh gambarnya memang bagai berpuisi dan memiliki kisahnya masing-masing.

Seperti kata Drover dalam Australia "Pada akhirnya yang terpenting dari hidup adalah kisah-kisah yang kita punya,". TCCoBB menegaskan itu, ketika banyak orang berpikir bahwa yang terpenting dari hidup ini adalah apa yang kita punya, maka film sepanjang 2,5 jam ini dengan lugas berkata bahwa hidup adalah sebuah pengalaman hingga pengalaman apa saja yang pernah kita alami jauh lebih penting dari apa yang kita punya.

Dan ketika Benjamin tertidur di pangkuan Daisy sebagai bayi untuk kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir, saya kemudian merenung.....apa saja yang sudah pernah saya lakukan dalam hidup ini?


Tag: brad pitt, oscar

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Si Pisau Terbang 0 0
kenapa fotonya yg muncul brad pitt jaman masih 21JumpStreet gitu!!
Si Pisau Terbang 0 0
itu foto saya kok
sabai 0 0
eh buseeeet... mas pisau terbang ini titisannya brad pitt atau gimana?

benjamin button ini memang megang banget!
kuper pilem 0 0
This movie...my fave : )

keren ulasannya mas brad pitt **eh,kan katanya itu potohnya situ ya?** ; ))
venus spice 0 0
my third fav movie of 2008 (after revolutionary road dan the reader). sayang film ini sama sekali gak membawa pulang satupun piala oscar dari banyak nominasi yg didapatnya, salah satu kejahatan hollywood terhadap sineas mereka sendiri, hal ini pernah terjadi pada gangs of new york, the hours yg harusnya mendapat piala best picture cuma dihadiahi piala best actreess, dan finding neverland yg cuma dapat piala penata music terbaik.
opini ku, benjamin button harusnya dihadiahi piala best picture, bukannya slumdog millionaire. kecenderungan pihak academy awards belakangan ini lebih mengutamakan film2 yg menampilkan sisi kemanusiaan, lihat saja slumdog, the reader, dll. sedangkan benjamin button menampilkan kekuatan di sektor cerita, visual effect, musik, gambar2 yg sangat indah, akting yg kuat, segala sektor yg harusnya membuat sebuah film sangat bermutu san menghibur, sayangnya hanya satu yg tidak, yaitu sisi kemanusiaan yg tidak diumbar.
ingat bagaimana film-film jaman dulu (film2nya hitchcock, sunset boulevard, gilda, roman holiday, casablanca), yang dihujani pujian setinggi langit, padahal film2 itu hanya mengunggulkan satu hal, yaitu sektor hiburannya yang digarap dengan sangat apik, tanpa embel2 kemanusiaan, bla bla bla...
sedangkan film2 masa kini, jika ingin dipuja-puji, maka sineas harus membuat cerita yg memenuhi sisi humanisnya, atau cerita2 yg membuat stress penonton karena mengungkap sisi gelap manusia (revolutionary road, the reader, little children, doubt, dsb).
ketika muncul film dengan sisi hiburan yang amat diunggulkan, maka either pihak pemberi penghargaan atau pihak kritikus akan menafikkannya (benjamin button is one of the case).
trims udah baca, maaf kepanjangan.
Si Pisau Terbang 0 0
venus
juri2 oscar kan blm pernah ntn film2nya Amitabh Bachchan taon 1980an. Slumdog itu kan beda2 tipis ama pelem2 bollywood taun segitu....di Rivoli, Jakarta dulu udah biasa saya nonton begituan, jaman blm jadian ama si Angelina
venus spice 0 0
si pisau terbang

kalo itu pertimbangan juri dalam memilih film slumdog sebagai best picture, berarti selera mereka sama aja dong dengan selera sebagian besar masyarakat indonesia, yg notabene gak tanggap kualitas film yg baik (bener gak ya kata2nya??? maaf kalo ada yg tersinggung) : )
sabai 0 0
venus spice: your 3rd fave movie 2008?
1st sama 2nd movie nya apa?

trus list best movie 2009 mu apa?
tulis doms... jadi ingin tau!
sabai 0 0
venus spice: eh eh, btw, Benjamin Button bukannya film 2009 ya?
Si Pisau Terbang 0 0
venus
makanya holiwut lg suka2nya ama zhang zhiyi, aishawarya rai, jet lee, jan dong gun dllsb....buat apa? krn pasar sana suka dgn muka2 "aneh" ini
sama aja kyk kita doyan muka2 bule di tipi
venus spice 0 0
sabai: benjamin button film tahun 2008, pas oscar 2009 kemarin masuk nominasi koq.
aku belum punya list favorit tahun 2009
sabai 0 0
venus spice: bikin doooong list 2009nya!
ini saya jg lagi bikin tp belum jadi2 juga nungguin sherlock holmes pekan ini

Silahkan login untuk memberikan pendapat