Sang Pemimpi 12
Jumat, 18 Des '09 10:12
Indonesia bukan negara yang dibangun atas mimpi, karena di sini, mimpi pupus adalah sesuatu yang rutin dan wajar. Sang Pemimpi mencoba menularkan semangat bahwa kita masih boleh bermimpi, semustahil apapun itu.
Mimpi Ikal adalah sekolah di Paris, demikian juga Arai. Repotnya mereka hanya anak-anak miskin yang sekolah di SMA kecil Bangka yang ketika lulus mentoknya cuma jadi buruh. Ikal yang secara alami condong mengikuti arus, bersama-sama Arai berusaha mewujudkan cita-cita besar mereka dalam berbagai keterbatasan.
Jika Laskar Pelangi jadi jawara karena gambarnya indah dan permainannya bagus, maka Sang Pemimpi justru menjadi antitesanya. Sinematografinya seperti mentah karena tidak ada lagi gambar-gambar yang membelai ataupun mencabik . Akting-aktingnya Ikal dan Arai remaja juga tidak meyakinkan, apalagi Lukman Sardi dan Nugie.
Hambarnya dua itu, membuat Sang Pemimpi terjebak untuk bertutur dalam alur dan narasi saja. Sayangnya narasi Lukman Sardi datar, dan alurnya juga pelan. Iya sayang sekali, materi dengan sangat kaya potensi ini tidak maksimal digarap Mira Lesmana dan Riri Riza.
Tapi tentu saja Sang Pemimpi seratus kali lebih baik daripada Air Terjun Pengantin.
Tag: sang pemimpi, andrea hirata, riri riza, mira lesmana
Terkait:
-
Prestasi Film Indonesia pada Berbagai Festival dan Penghargaan Film Internasional 10 tahun terakhir
Rabu, 11 Mei '11 10:30 -
TAKE AND ACTION COMPETITION (TACTIC) 2012 - LOMBA FILM PENDEK NASIONAL
Minggu, 18 Des '11 23:31 -
Terbaik 2009 : Sang Pemimpi
Kamis, 31 Des '09 12:23
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Good Take
-
Si Pisau Terbang: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
ndableg: Good Take
-
kucing_usil: Good Take
-
kucingsapi™: Keep Rolling
-
venus spice: Good Take
-
venus: Good Take
-
potretkaca: Informatif
-
oksbangs: Mencekam

Komentar:
saya kok rada ngantuk mendengar narasi Ikal (Lukman) yg nyaris sepanjang film. Narasi yg kepanjangan ini membuat aktor-aktornya sedikit sekali berdialog. Mungkin itu sebabnya penampilan para aktor jadi tidak meyakinkan.
Eh, kecuali Landung Simatupang. Menurut saya dia sangat meyakinkan berperan sebagai kepala sekolah yang kolot, galak tapi sangat sayang dan perhatian pada murid2nya. Saya suka sekali tiap scene dimana Landung muncul
Dan Bang Zaitun... oooh... saya merindukan setiap kemunculannya!! Dia menggemaskan sekali...
Sebenarnya agedan2 Bang Zaitun mengajari Arai menyanyi bisa dieksplor lebih jauh kali ya.
anyway, film ini walau berasa kayak radio comm....tapi oke lha
Belum sempat nonton sih, tapi tetralogy laskarpelangi udh tamat semua.
tapi kalo filmnya, lbh bgs Laskar dr pd Pemimpi
Memasukkan lagu-lagu pak Haji Oma dan lagu melayu itu juga mengesankan buat saya. Hanya saja cacatnya di aksen melayu yang nanggung juga dialog yang aneh seperti pemakaian kata "lihat" karena umumnya di sumatera memakai kata "tengok" atau "nampak". Apalagi Rieke Dyah yang malah terdengar betawi yang kental hihihi
Tapi tetep aja film ini sukses membuat saya beberapa kali menyusut airmata
Herman Saksono: setuju sama kamu mas, alurnya lambat dan saya hampir ngantuk di buatnya... apa mungkin karena penceritaannya yang dibuat naratif itu ya? kadinya memang tokoh2nya kurang menonjol aktingnya... kalo sampe benar yang dikatakan disco_merinding jika penulisnya sangan kuat campur tangannya, wahhh sangat disayangkan sekali... karya adaptasi jika terlalu mirip dengan novelnya akan sangat membosankan
Silahkan login untuk memberikan pendapat