Masa Depan Planet Bumi Versi Hollywood 4
Selasa, 15 Des '09 15:05
Bagaimana masa depan planet bumi? Mungkin Anda layak menyimak bagaimana Hollywood mengingatkan kita semua melalui film-film yang marak bermunculan belakangan ini. Bagaimana planet biru ini pada akhirnya terbakar habis oleh badai matahari seperti pada film Knowing. Atau harus kembali ke jaman es (ice age) seperti pada film The Day After Tomorrow. Apapun bentuknya, Hollywood seolah ingin mengingatkan kita bahwa planet bumi sudah tua dan usianya tak lama lagi.
Gara-gara manusia
Di beberapa film, dikisahkan bahwa segala kekacauan pada dasarnya disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Kemalasan dan kecerobohan yang menjadi kebiasaan, menumpuk selama bertahun-tahun dan pada akhirnya berujung pada kehancuran. Di film City of Ember dikisahkan permukaan bumi diselimuti gas beracun yang berasal dari ketamakan manusia sendiri. Sementara di The Day the Earth Stood Still, umat manusia terancam binasa seluruhnya karena telah berbuat kerusakan di muka bumi, planet yang seharusnya mereka jaga dengan baik.
Namun tak semua film hollywood yang menggambarkan hancurnya planet bumi menumpukan kesalahan pada umat manusia. Beberapa film bahkan menggambarkan bahwa kehancuran planet bumi merupakan peristiwa alamiah yang memang seharusnya terjadi, seperti pada 2012 dan The Day After Tomorrow. Namun pada intinya tetap sama, sebuah peradaban akan berakhir dan digantikan oleh peradaban baru (ya, walaupun sebenarnya tetap dengan manusia yang sama).
Potret kemalasan umat manusia
Saya tertarik sekali dengan konsep film-film masa depan yang menggambarkan bagaimana dengan teknologi yang semakin canggih, manusia tak perlu lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan mengeluarkan banyak energi. Hanya tinggal saja di rumah yang hangat dan nyaman, dan segala keperluan pun terpenuhi.
Mari kita tengok kembali film Wall-E, bagaimana pada film tersebut digambarkan planet bumi sudah sangat rusak dan tak bisa dihuni lagi. Namun dengan santainya umat manusia malah pergi ke luar angkasa dan hidup (bahkan) tanpa menggerakkan otot sedikitpun, segala keperluan dikerjakan oleh robot-robot yang diprogram khusus.
Sementara di film Surrogates, manusia bisa menyalurkan segala hal yang perlu dilakukan melalui sebuah robot pengganti. Alasannya? Karena pergi keluar rumah dianggap sangat berbahaya. Wow..
Moral cerita
Apapun bentuk penyajian dan kisah yang disertakan, film-film tersebut mencoba mengingatkan kita bahwa jika berperilaku ceroboh dan seenaknya saja, maka planet bumi akan segera 'berakhir'. Sampah, pemborosan energi, pembangunan rumah kaca yang brutal dan tentu saja rasa malas akan menuntun manusia menjadi perusak planetnya sendiri. Benar tidaknya, kita bisa saja bilang bahwa itu hanyalah film, cerita rekaan manusia untuk mendulang keuntungan. Namun jika kita mau jujur dan melihat sekeliling, bagaimana umat manusia mulai tak banyak bekerja. Hampir semua pekerjaan berat ditangani oleh teknologi canggih. Ujungnya, manusia mulai menjadi malas dan berperilaku seenaknya.
Gerakan dunia
Tak hanya penggiat perfilman yang menaruh perhatian terhadap masalah planet bumi yang mulai memasuki fase kritis ini. Mari melongok berita dan kita akan menemukan bahwa seluruh dunia mulai bergerak. Pemimpin dunia mulai intens melakukan pertemuan dan diskusi untuk membahas permasalah ini. Jelas ini bukan perkara main-main kalau begitu bukan ? Lantas apa yang bisa kita lakukan?
Jawaban sederhananya, mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Tak perlu memikirkan nasib planet bumi dan seluruh umat manusia. Sebab dengan menyelamatkan lingkungan sekitar tempat tinggal kita, maka itu berarti kita telah menyumbang untuk usaha memperpanjang nafas planet bumi yang kita tempati ini. setuju ?
Tag: 2012, planet bumi, kerusakan, manusia
Terkait:
-
Kompetisi Film Pendek & Lomba Esai STOS 2012
Senin, 17 Okt '11 15:08 -
Isu Pencekalan=Jurus Laris?
Jumat, 8 Jan '10 08:45 -
Polemik 2012 di Indonesia
Minggu, 22 Nov '09 09:41
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Good Take
-
kucingsapi™: Good Take
-
Si Pisau Terbang: Good Take
-
kniwe: Informatif
-
ndableg: Good Take
-
oksbangs: Informatif

Komentar:
dari semua film yg disebut disitu, buat gue pesan akan masa depan yg paling nonjok terasa pas nonton Surrogates.
asik juga kita bisa punya robot suruhan yg mirip kita tapi versi cantik/gantengnya... tapi bosen banget nggak sih kalo seharian cuma berbaring di dlm rumah ditutup matanya dan ditempeli kabel2 doang???
yeah, i guess you are right bakul rujak!
saat Hollywood dah bikin belasan (atau puluhan?) film ttg masa depan, bikin berbagai pengandaian nasib umat manusia di bumi, lha perfilman Indonesia masiiih aja sibuk melarang film krn sensitif secara politis!! masiiiih aja ngeributin sensor!
kapan majunya film indonesia?!?
*cubung*
eh manusia semakin malas? bener juga sih.. padahal kecanggihan teknologinya baru segini2 juga balum yang keren banget *lah yg keren banget itu kayak apa sih*
kapan ya perfilman di Indonesia bisa sekeren di Hollywood?
*ah day dreaming dehhhh*
gini deh.
buat gambaran kondisi sekarang. seorang sutradara muda propose cerita thriller mystery macam filmnya Alfred Hitchock itu ke seorang produser senior. respon pak produser adalah: "Trus, hantunya mana?"
adeziiiiig!!!
dr pd bikin yg setan2an melulu..
Silahkan login untuk memberikan pendapat