JIFFEST 2009 [dengan segala kekuranganya] 6

Sabtu, 12 Des '09 10:33

Jiffest berumur 11 tahun, dipenghujung tahun ini. Acara yang berisi pemutaran film2 internasional bergengsi berlangsung dari tanggal 4-12 Desember 2009. Dulu tiap tahunnya jiffest di putar di berbagai tempat dan pusat kebudayaan di Jakarta. Tapi tahun ini hanya dilangsungkan di satu venue saja yaitu Blitzmegaplex Grand Indonesia. Sangat di sayangkan sih, jadi tidak bisa pindah venue, tapi menjadi lebih efisien untuk koordinasi para panitia dan menguntungkan untuk para penontonnya gak usah pindah2 tempat. Jadi dari siang sampai malam bisa nonton film2 jiffest sampai mabok!

Sang Pemimpi, masih novel dari Andrea Hirata, diangkat menjadi film dan menjadi film pembuka Jiffest tahun ini. Sayangnya hanya invitation only, tiket khusus untuk para orang penting saja. Sedangkan diputer untuk umum serentak di Indonesia pada tanggal 17 Desember 2009.

Saya mau berbagi tips untuk nonton Jiffest tahun ini, mungkin bukan cuma tips sih soalnya akan saya sisipkan dengan kritikan hihihih :D

Tiketing
Dikarenakan metode tiketing yang rada antik, ada konsep tiketing early bird, member only dan umum, kita harus rajin2 ngecek di web jiffest.org tentang tata cara pemesanan tiket film. Jadi pertama2 tiket di buka untuk para member Blitzcard dari tanggal 24-27 November, harga tiket dapet diskon 25 %. Lalu baru di buka untuk umum namun early bird tanggal 28 November-4 Desember, harga diskon masih tetap sama. Dan dijual juga untuk hari H dari tanggal 5-11 Desember, namun haraga tiket sudah tidak diskon lagi.

Coba deh bayangin jika semua member Blitzcard memborong semua tiket, apa jadinya yang untung2an beli di hari H minimal 15 menit sebelum pemutaran dimulai? Belum lagi antrian yang mengular panjangnya. Karena antrian dicampur dengan antrian film2 Blitz lainnya. Disinilah eksklusifitas Blitz bermain, dan saya kurang setuju dengan konsep tiketing macam ini. Belum lagi pembagian tiket untuk Free Movie (film2 yang gratis) waw.. itu ngambil tiketnya seperti rayahan Grebek 1 Suro di Solo maupun Jogja. Panitia membagikan tiket yang tidak bernomor kursi itu, para peserta langsung ambil dan itu terjadi 1 jam sebelum film di mulai.

Sebentar? tidak bernomor kursi? iya betul, dan apa yang terjadi? Satu jam sebelum studio film dibuka para penonton sudah antri mengular panjang dengan manis di depan pintu. Yak betul posisi antri menentukan prestasi pemilihan kursi pada saat menonton. Jadi bagi yang datangnya telat... selamat yah, anda bisa dipastikan akan dapat kursi minimal 3 deret dari depan layar! Sangat baik untuk mata anda!

Teknis Pemutaran
Namanya juga Jiffest (Jakarta International Film Festival) dari kepanjangannya saja sudah terlihat kalo ini festival film berskala internasional, bukan cuma filmnya yang berisi film2 internasional dan lokal, tapi rasa, aura dan segala halnya harus berstandar internasional dong...

  1. Gedung, memilih Blitzmegaplex GI. Jelas sudah internasional.
  2. Pelayanan? Biasa saja standar pelayanan bioskop umumnya di jakarta.
  3. Teknis pemutaran? Amat sangat parah dan jauhhh dari festival film internasional.

Jika dibandingkan dengan festival film LOKAL dan KEDAERAHAN macam Festival Film Purbalingga, Surabaya 13 Film Festival, maupun Festival Film Pendek Konfiden. Masih sangat jauh sekali! Okey apa uneg2 saya untuk masalah teknis ini? banyak! Film terputar tanpa subtitle inggris (padahal film yang saya tonton film Swiss), film terputar ulang 2 kali dan panitia tidak sadar sampai film tersebut berputar sekitar 3 menit, sound hilang dan giliran sound muncul malah lagu dugem yang bukan bagian dari film, banyak "iklan" (merek DVD player muncul di layar, macam Sony, Akira, dll).

Lantas apa mereka selayaknya panitia minta maaf akan kesalahan2 yang terjadi itu? Sama sekali tidak. Beberapa penonton harus turun dari kursi, komplen ke panitia langsung, pada saat terjadi kesalahan teknis tersebut.

Saya terus terang kecewa banget dengan Jiffest tahun ini, apa para teknisi pemutaran tidak ditatar dulu ya, bagaimana menyuguhkan sebuah pemutaran yang baik? Lalu apa para penonton bisa menikmati dengan nyaman? Hahaha... saat pemutaran sesi Swiss Shorts banyak yang memilih keluar dari studio sebelum pemutaran berakhir.
Apa ini cuma terjadi pada pemutaran satu sesi film saja? Tidak setelah saya mengikuti sesi berikutnya tetap saja kesalahan kembali diulangi lagi. *tepok jidad*

Ini mungkin cuma keluh kesah sorang penonton Jiffest, mungkin saya yang terlalu perfeksionis, tapi wajar kan jika saya pengin yang terbaik? Semoga masukan ini bisa jadi cambuk semangat untuk Jiffest tahun depan agar jadi lebih baik. Apakah saya cuma bisa ngomel2 disini? tidak saya juga sudah komplen kok ke panitianya kebetulan saya kenal salah seorang dari mereka dan saya langsung mengungkapkan apa yang saya tulis di atas.

Saya sengaja menuliskannya di sini biar yang belum nonton tahu kondisinya, tahu bagaimana kalo mau nonton jiffest tahun ini, dan tidak kaget atau bahkan kecewa berlebih, karena keadaanya memang seperti itu :D hehehehe....

tulisan ini juga saya tulis di blog saya.


Tag: jiffest 2009

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
i wrote this only because i care (and i believe kucingsapi™ did too).
jiffest 2009 is the least enjoyable jiffest for me.

film-film yg ditampilkan menurut saya kurang banyak, kurang variatif dan kurang sensasional. dan waktu penyelenggaraan juga terlalu singkat kalau hanya di satu venue.

sebenarnya memusatkan di satu venue itu praktis.
tapi yg itu tadi... jadi semakin sedikit pilihan film dan jam tayangnya.
kucingsapi™ 0 0
sabai: salah seorang panitia jiffest mampir di blog saya dan menjawab semua kritikan2 saya... dan memang... masalah terbesar penyelenggaraan jiffest ini ada di "dana". Panitia bersyukur sekali karena Blitz bisa mensponsori Jiffest tahun ini, dengan konsekuensi hanya di satu tempat saja. Iya biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah, koordinasi bisa lebih baik.

Tapi tetep Blitz memiliki hak teritori untuk ruang proyeksionistnya... dan mereka kurang paham untuk memutar tumpukan film2 itu. Apalagi jika sesinya film2 pendek dan film tidak terkompilasi dengan baik... wah..wah.... harus di komando sama panitia pake HT deh kalo gitu....

variasi film? iya kurang banyak dan ada bai yang sensasional tapi gak lolos sama LSF! ah..... kenapa ini LSF jadi turut campur sih?? : ( Aku jadi gak bisa nonton Balibo!
sabai 0 0
kucingsapi™: jangan gelisah tak perlu gundah!
Balibo sudah ada DVD bajakannya... hehehehe...

setelah pemutaran di TUK, TIM 1, GBB Kompas, Salihara dan entah tempat mana lagi selalu disesaki penonton, tentunya juragan Glodok gatel ingin mengedarkan bajakannya...

segera dapatkan di ITC Fatmawati atau Poin Square! : ))
sabai 0 0
kucingsapi™: btw, jiffest thn ini sponsor utamanya Blitz ya?
kucing_usil 0 0
kucingsapi™: ini kali pertama saya ikut dalam huru hara jiffest dan sedikit kecewa karena beberapa hal terutama penayangan subtitle : ((

sabai: punya ndak? pinjam : D
venus spice 0 0
saya gak pernah ikut jiffest,, karena enggak tinggal di jakarta,,, harusnya ada festival film yang diselenggarakan di seluruh indonesia,,, supaya seluruh pecinta film di seantero nusantara bisa menyaksikannya...

Silahkan login untuk memberikan pendapat