Serigala Terakhir 9

Minggu, 8 Nov '09 13:54


mari mengeces berjamaah *slurps*, inilah salah satu alasan saya nonton,badan2 indah itu wakakaka love28

kemarin saya nonton Serigala Terakhir. Penasaran karena promosi film ini sudah dari jauh2 bulan terdengar. Dan yang bikin saya penasaran, film ini bergenre Action. Genre yang jarang di jumpai di deretan film2 Indonesia.

Awalnya saya nonton saya menikmati beberapa adegannya. walau banyak juga pertanyaan dan stok kata2 celaan dari saya. lama2 saya mulai menikmati alur ceritanya... jelir Eh tetapi kok malah tengah2 saya makin gregetan sama ceritanya. Lebay, menjadi kemenyek, terlalu over pada dramanya.. Ceritanya sudah drama sekali, tanpa perlu terlalu di over expose bagian2 tertentu. payah

Kisahnya itu begini, 5 orang sahabat dari sebuah perkampungan kumuh di jakarta. Nakal, bengal, dan selalu berbuat kericuhan di mana pun. mengenal slogan "senggol, pukul" bukan senggol bacok lho ya... soalnya mereka ndak punya golok buat mbacok *garing dehhh* tumbuk
Kenakalan dan adu pukul mereka dengan kelompok lain memuncak saat Jarot berusaha menyelamatkan Ale dari tusukan pisau salah satu musuh. Dan Jarot menyelamatkannya dengan memukulkan bata ke kepala si penusuk pisau. Hasilnya? si penusuk pisau MATI kaget

Cerita pun bergulir, walaupun mereka preman2 kampung yg bengal akhirnya tunduk juga pada hukum dan tertangkap polisi karena membunuh. ya Jarot pun masuk penjara. Apa cerita berakhir? hehehe beloommm ini baru di mulai. Kehidupan Jarot di penjara bener2 mengenaskan, diuji oleh napi lain. tapi akhirnya dia berhasil membuktikan dirinya terkuat di selnya. Hatinya semakin carut marut saat ndak ada satupun sahabat, keluarga yang datang menjenguk...

Mendadak cerita bergulir 'beberapa waktu kemudian' dan akhirnya Jarot keluar dari penjara. Perpindahan perbedan tahun ini agak njeglek (kurang halus), berkesan tiba2. Jarot di jemput oleh Fatir. ihikhik Owhhh siapa Fatir? ah.... seorang pemuda bisu di kampung situ yang merasa di sepelekan oleh penduduk kampung. Fatir mengajak Jarot bergabung dengan Naga Hitam, sebuah jaringan narkoba terbesar.

Tuh kan ceritanya panjang bener.... dan so drama sekali.. drama action lebih tepatnya. yang saya ceritakan itu belum selesai. dan sudah bisa tertebak cerita pun jadi panjang dan menjadi menarik apalagi Ale dan Jarot sekarang di kubu yang berseberangan. tembak Satu persatu konflik bergulir dan terus terang sudah bisa saya tebak bakal berakhir seperti apa. ihikhik

Menonton ST mengingatkan saya akan City fo God, persis! bercerita ttg preman kampung dan gembong narkoba, juga perpaduan Godfather dan beberapa khas film Hongkong tentang mafia-mafia narkoba. Semua disatukan dan dikemas dengan balutan konflik Indonesia. Jadi terlihat agak membumi.

Tentang pemilihan pemain, ahhh saya kurang setuju Ale jadi preman kampung, wajahnya terlalu bule untuk jadi anak kampung. untuk Jarot, wajahnya telalu melankolis dan kurang gahar, jangan suruh dia berakting menye2 karena dilema antara membunuh sahabat atau membebaskannya. karena air mata akan mengucur dari wajahnya yg melankolis itu. pengin ketawa saya nontonnya. gelakguling Ih nyela mulu sih saya? xpasti apa ndak ada yang bagus? Ah ada kok Reza Pahlevi, sang Fatir gangster bisu, dia bener2 total memerankan perannya yang berdarah dingin! lihatlah perubahan karakternya dari dia masih jadi pemuda lugu di kampung sampe dia petantang-petenteng bawa senjata. Cool banget! hahahaha... love

Ah saya dah gak akan bercerita banyak tentang film ini, cukup Anda tonton sajalah... durasi film ini panjang 135 menit, 2 jam lebih... ah pantas saya sudah mulai merasa gelisah di menit2 terakhir, ndak tahan untuk segera keluar dari ruang bioskop, karena saya tahu film ini akan berakhir seperti apa. respek


Tag: Serigala Terakhir, mafia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

oksbangs 0 0
Ayo siapa yang bakal terangsang dengan catfight-nya cowok-cowok sterk bercelana pensil dan bertelanjang dada di lapangan berdebu????
kucingsapi™ 0 0
oksbangs: huahahaha paling sebel malah lihat cowo2 bercelana kulit ular dan ketits hiiiii: (( ada yang gangster gitu?
kucing_usil 0 0
kucingsapi™: tengs for the review ; )) jadi ndak minat nonton : ))
sabai 0 0
oksbangs: cowok bercelana pensil??? : )): ))

kucingsapi™: soal pemilihan pemain ini kayaknya casting bukan berdasar kemampuan acting dan kecocokan tampang dengan karakternya, tapi berdasarkan otot perut mereka! : D
sabai 0 0
kucing_usil: kucingsapi™: nongton INAFF aja yuuuk!
there will be blood!! sluuurps!!
kucingsapi™ 0 0
kucing_usil: waduh saya bisa jadi teertuduh utama nih yang menyebabkan banyak orang ndak minat nonton, informasinya ndak balance nih cing : p
kucingsapi™ 0 0
sabai: iya berdasar otot perut : )) hahaha... serius preman pun juga gak akan seberotot itu sih aslinya : D

aku ndk tertarik nonton film yang bunuh2 darah dan horor gitu ngeriiii : ((
Matt Zammy 0 0
ada temen yg bilang: ini film setingnya di mana? mana ada banyak pistol di mana-mana? di Chicago kota para mafia aja pistol tidak mudah berceceran.. hihihihi..
adis 0 0
kucingsapi™: itu nomor 2 dari kanan siapa yah?! ; )) badannya bikin saya teringat akan cucian yang belon dijemur.. : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat