Horsemen: Banjir Darah 9
Sabtu, 10 Okt '09 23:39
Untuk pertama kalinya saya menonton Zhang Ziyi main dalam film Amerika can tentunya sang aktris cantik itu harus berdialog dalam bahasa Inggris. Dalam Horsemen ini Ziyi berperan sebagai Kristin, perempuan muda anak angkat sebuah keluarga menengah di Amerika. Suatu hari Kristin menemukan ibu tirinya dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Ibu tirinya digantung hidup-hidup dengan cara mengkaitkan pancing besar di beberapa titik kulit lengannya dan sempat disiksa dulu sebelum mati.
Kematian sadis sang ibu ini mempertemukan Ziyi, eh, Kristin dengan detektif Breslin (Dennis Quaid) yang lalu menangani kasusnya. Detektif Breslin sendiri punya masalah keluarga. Dia sudah lama mengabaikan dua anak lelakinya akibat terlalu larut dalam pekerjaannya. Padahal, anak tertua Breslin yang sudah remaja berulang kali mengingatkan bapaknya untuk lebih banyak dirumah, atau melewatkan waktu bareng dia dan adiknya. Breslin pun mengakui dia terlalu sibuk, tapi setiap kali Breslin mau beraktivitas sama anak-anaknya, adaaaa… aja panggilan tugas yang mengharuskannya segera pergi ke TKP pembunuhan.
Dan beberapa kali ini Breslin menghadapi kasus pembunuhan yang TKPnya banjir daraaaaah… Tiga korban selalu ditemukan dalam kondisi tragis, hasil penyiksaan sadis sebelum ajalnya. Bagi yang nggak tahan melihat darah film ini tampaknya bukan untuk Anda. Banjir darah dan siksaan mengerikan terpampang lugas di setiap adegan pembunuhannya.
Penyelidikan Breslin membawanya pada Four Horsemen alias Empat Penunggang Kuda di Alkitab yang akan datang saat kiamat. Dan Breslin pun harus mengungkap teka-teki dengan segera, siapa penunggang kuda keempat, alias korban berikutnya sebelum ia menemui ajal?
Dan Kristinlah yang memandunya secara tidak langsung untuk menemukan penunggang kuda keempat itu. tentunya jalinan cerita akan mempertemukan kehidupan profesional dan personal detektif Breslin. Dan tentu saja, berbagai planting information telah dilakukan dengan rapih sejak awal film, membuat film ini menarik untuk diikuti sampai akhir. Begitu pula cara Breslin mengungkap misteri ini, dengan satu petunjuk yang mengarah ke petunjuk berikutnya. Meskipun, penyelesaiannya terasa terlalu terburu-buru.
Menurut saya, lebih menarik, mantap dan meyakinkan melihat Zhang Ziyi berakting dalam film berbahasa Mandarin. Bukan soal bahasa Inggrisnya yang masih kagok, tapi entah kenapa dia tampak nggak nge-blend dengan karakternya, Kristin si gadis lugu korban pelecehan yang lalu malah menggoda Breslin.***
Tag: detektif, gay, penunggang kuda, pembunuhan, sadis, brutal, darah
Terkait:
-
Savage Grace (2007)
Selasa, 25 Jan '11 13:01 -
Menerka yang “politis” dalam Angels in America
Sabtu, 30 Okt '10 17:47 -
Sherlock Holmes: Case re-opened
Jumat, 22 Okt '10 12:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
fairyteeth: Good Take
-
yurika: Good Take
-
oksbangs: Informatif
-
kniwe: Informatif
-
Cleric Bezoe: Good Take
-
Taruma: Good Take

Komentar:
bagus sih pelemnya, saya suka ceritanya. ndak cuman babar blas maen bunuh aja, tapi ada dalil nya (halagh kok dalil)
cuman sayang kurang mencekam.. padahal saya nonton berdua tapi di bangku saya sebaris kosong semua kecuali kami berdua dam di depan kami pun kosong semua sampe baris paling depan. tapiiii tetep aja, ndak ada mencekam2 nya sama sekali...
ndak seperti pas saya nonton orphan.
coba ceritanya horsemen, bisa diiringi kejutan nan mencekam ala orphan. dijamin makin sip...
buat yg suka phsyco-thiller wajib tonton pelem ini...
so bloody hell...
sementara orphan jg di tengah2 banyak yg agak dragging, dan cekamannya menumpuk agak di bagian belakang film
Di Cina, Korea, Hungaria dan beberapa negara lain penulisan namanya adl surname-given name. Sementara di sebagian besar English-speaking countries penulisannya adalah given name-surname. Nama Zhang Ziyi di poster film Hollywood ditulis Ziyi Zhang, supaya orang nggak keliru memanggilnya dengan Miss Ziyi (yang akan terdengar nyalahi aturan). Jadi ntar kalo ketemu di jalan, panggil aja "Miss Zhang, sini dong!"
Sama seperti sutradara Korea, Kim Ki Duk, seharusnya dipanggil Mr Kim bukan Mr Duk (nggak heran dia ngomel2
tinggal merem aja pas adegan darah2nya... saya juga banyak merem kok pas ntn film ini
iyasih, setuju ma komen di atas, aktingnya zhang ziyi sangat tidak pas, bhs inggrisnya jg gak meyakinkan untuk anak yg udah diadopsi sekian tahun.
gw suka saat terakhir, akting anak tertua detektifnya bagus, sekalipun gw ngerasa karakter si anak sepanjang film kurang memberi kita alasan untuk mengiranya akan berakhir spt itu..
Silahkan login untuk memberikan pendapat