Little Miss Sunshine (2006) 6
Selasa, 6 Okt '09 17:12
Pesan pertama tentang film ini sih, kalo emang suka film2 aliran major, yang lancar jaya dari ujung ke ujung, mungkin sedikit tanjakan di tengah, tapi tetep nda terlu terjal, apalagi dalam film bergenre komedi, lupakan keinginan nonton film ini. Tapi jika pengen liat komedi berasa getir khas Amerika, atau pengen ngerasain suasana mood dari gambar dan cerita yang gloomy, atau sekedar bosen terhadap cerita2 mainstream, film ini sangat dianjurkan jadi menu utama.
Little Miss Sunshine adalah film khas festival, dimana dalam sebuah festival, film adalah sebuah gambaran berjalan dari potret keseharian. Nda penting endingnya happy atau sad, selama yang ditampilkan adalah apa yang bisa dialami dalam suatu peristiwa, pembawaan karakter yang natural, maka itu sudah cukup menjadi sebuah rekomendasi.
Film ini juga diawali dengan ide sederhana, sebuah keluarga dengan seorang anak perempuan yang hendak ikut kontes kecantikan untuk anak-anak bertitel Little Miss Sunshine, terpaksa harus membawa semua anggota keluarganya dengan menaiki VW Combi kuning melintasi negara2 bagian dari Albuquerqe, New Mexico, ke Resdondo Beach, California.
Keluarga ini juga bukanlah sebuah sebuah one big happy family yang selalu ceria menghadapi kesehariannya. Dengan ayah seorang motivator dan pembicara yang gagal mendapatkan deal untuk ide2nya, anak laki2 yang mogok bicara selama 9 bulan yang terlihat culun namun benci semua orang, kakek seorang pemakai heroin, dan paman seorang professor gay yang barusan berusaha bunuh diri, membuat perjalanan selama 2 hari itu berasa sangat2 gloomy.
So that’s it, gak ada special effect, gak ada adegan slow motion dramatis ala sinetron indonesia, gak ada tante2 atau ibu tiri atau ibu rt atau ibu2 kaya atau ibu2 majikan sok galak, gak ada twisted plot membinungkan, dan gak ada karakter2 terlalu serem dan over lainnya. Yang ada hanyalah gambaran-gambaran sederhana tapi terisi sindiran2 yang sangat halus yang hanya bisa bikin senyum getir namun penuh kesan. Sindiran terhadap prinsip2 motivasi, sindiran gaya hidup pemakai heroin, profesor gay yang berkencan dengan muridnya, sampai dengan sindirian terhadap nasih anak2 yang “dipaksa” berlaku dewasa dalam kontes kecantikan, denga segala artificial make up, haistyle, gaya, dan senyumnya. Olive yang tanpa make up, rambut tergerai biasa, berperut paling buncit, namun melakukan sesuatu yang mengejutkan saat talent show, adalah benar2 “tamparan” keras terhadap pemaksaan berlaku dewasa itu.
Pada dasarnya emang seperti kata saya ke temen, film ini bisa jadi sangat bagus atau sangat jelek, tergantung dari seberapa luas toleransinya terhadp film dan cerita dengan model non “menghibur” gini. Dan jika nonton ini ngajak temen (tapi kayakna ndak deh, ini film tahun 2006 soalnya), pastikan temennya punya apreseasi yang sama, karena gak ada yang lebih menjengkelkan daripada temen nonton yang narrow minded dan suka marah2 kalo filmnya jelek, (padahal semua film di luar summer adalah “cenderung” jelek untuk masyarakat kebanyakan ^^), apalagi pake bawa2 kata "rugi" segala. Bener bikin ancur kenikmatan menontonya.. ^^
Tag: Film Festival
Terkait:
-
Launching DVD Pintu Terlarang
Selasa, 10 Nov '09 18:47 -
Pintu Terlarang: Bloody Beautiful!
Senin, 5 Okt '09 01:18
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
oksbangs:
-
kniwe: Keep Rolling
-
sabai: Good Take
-
kucingsapi™: Keep Rolling
-
myaw: Good Take
-
yurika: Keep Rolling
-
KoboySoleh: Keep Rolling
-
Di Ario: Informatif

Komentar:
dan gue suka adegan pas si kakek ngbrl ama Olive di hotel, trs si Olive ini tanya : Kakek, menurut Kakek, saya cantik gak? blabla.. itu sweet banget
soal non-menghibur, saya malah sebaliknya. saya sangat terhibur saat nonton Little Miss Sunshine, begitu pula penonton lain segedung bioskop di pusat kota London waktu itu.
Saya sibuk menebak-nebak, apa ya yang diajarkan si kakek buat cucunya manggung... lalu kami tertawa-tawa saat keluarga ini berusaha mengeluarkan mayat kakek dr RS. Dan puncaknya kami ketawa heboh sekaligus menutup mulut karena kaget saat akhirnya tahu apa yang ditampilkan di panggung saat finalis Little Miss SUnshine beraksi... Synical yet wonderful film!
Silahkan login untuk memberikan pendapat