Pintu Terlarang: Bloody Beautiful! 11
Senin, 5 Okt '09 01:18
Judul: Pintu Terlarang
Produksi: Lifelike Pictures
Sutradara & Penulis: Joko Anwar
Pemain: Fachri Albar, Marsha Timothy, Henidar Amroe, Tio Pakusadewo, Ario Bayu, Otto Jauhari, Arswendi Nasution
DVD Special Features:
-Behind-the-scene featurette
-More than 20 minutes of deleted & extended scenes
-Blooper reel.
-Clips from Udine Far East Film Festival and Puchon Fantastic Film Festival
-Two tracks of audio commentary with director, Producer, cast and crew
-Poster gallery
-Easter Eggs.
Akhirnya salah satu film Indonesia yang paling saya sukai, muncul juga dalam versi DVD. Cukup lama juga, saya menunggu DVD ini, sekitar 10 bulan sejak peredarannya di bioskop. Mungkin ini disebabkan kesibukan para filmmakers-nya bertandang dari festival ke festival. Selain pemutarannya di Indonesia, film ini juga sudah tampil di International Film Festival Rotterdam, Udine Far East Film Festival, Dead By Dawn Film Festival, Scotland, Toronto After Dark Film Festival, NewYork Asian Film Festival, Vancouver International Film Festival, SITGES Film Festival, London Film Festival, Goteborg Film Festival, Bangkok International Film Festival dan berhasil menjadi film terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival.
Ada yang unik dengan hadirnya fenomena kekerasan di dalam kehidupan masyarakat. Melalui perantaraan media, kekerasan hadir dalam kehidupan sehari-hari dan seolah-olah menjadi menu di meja makan. Tanpa disadari, sebagian penonton mengadopsi kekerasan yang ditayangkan itu menjadi sebuah metode inspiratif untuk merespon permasalahan. Itulah sebabnya, kerap kita mendengar tudingan bahwa media menjadi ruang yang kondusif bagi distribusi kekerasan. Film terbaru garapan Joko Anwar seolah-olah berusaha menggarisbawahi problematika ini.
Di dalam film ketiganya ini, Joko kembali menggandeng Fachri Albar, Ario Bayu dan Arswendi Nasution. Sebelumnya, ketiga aktor tersebut berkolaborasi dengan Joko Anwar di film “Kala”. Selain ketiga aktor itu, film ini diperkuat kehadiran aktris Marsha Timothy dan Henidar Amroe. Lewat film ini Joko kembali layak digelari sebagai Indonesian’s master of storytelling. Sebagaimana film-film sebelumnya, penulis yang meraih Piala Citra 2008 sebagai Penulis Skenario terbaik ini kembali mengolah sebuah cerita dari perspektif yang sama sekali tidak terduga.
Adalah Gambir, seorang pematung terkenal yang karya-karyanya laris manis dibeli kolektor. Beberapa kritikus sebenarnya meragukan kemampuan Gambir. Konon kunci keberhasilan Gambir adalah kemampuan marketing istrinya yang cantik, Talyda. Karya-karya Gambir selalu berbentuk sosok wanita hamil. Rupanya ini berakar dari trauma masa lalu Gambir, saat ia dan Talyda terpaksa menggugurkan kandungan, karena hamil di luar nikah. Setelah menikah, Gambir dan Talyda justru tak mampu memiliki anak, padahal ibunda Gambir sebenarnya sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu.
Kehidupan rumah tangga Gambir dan Talyda pun terasa semakin gersang. Apalagi ketika Talyda melarang Gambir untuk membuka sebuah pintu rahasia yang baru ditemukannya, Lalu Gambir mulai menerima pesan-pesan aneh dari seorang bocah yang minta diselamatkan. Pesan-pesan itu mengantar Gambir memasuki sebuah gedung misterius dan akhirnya mulai menemukan jejak untuk membongkar rahasia Talyda. Sampai sebuah kejutan datang menghantam seluruh kesadaran Gambir dan membuatnya memilih jalan yang paling brutal untuk menutaskan masalahnya. Tetapi ternyata permasalahan tidak berhenti sampai di sana.
Jalan cerita film ini memang sangat menarik. Menit demi menit berlalu dengan ketegangan yang semakin meningkat, membuat kita tidak sanggup berpaling dari layar. Dengan lihai, Joko menanam berbagai informasi penting di dalam setiap menit yang bergulir, sampai akhirnya semua misteri terbentang jelas di hadapan penonton. Di dalamnya, Joko menawarkan sebuah paradoks yang menyisakan pertentangan di benak kita. Melalui paradoks yang ditawarkannya, Joko seperti ingin membuat kita mempertanyakan kembali kenikmatan yang kita rasakan pada saat menyaksikan orang lain tersiksa. Pada waktu bersamaan, Joko juga menghadirkan ketegangan sejati yang sangat mencekam dan mungkin belum pernah muncul di dalam sinema Indonesia. Hebatnya lagi, Joko tampaknya paham betul bagaimana menggunakan bahasa film itu sebagai senjata, sehingga pada akhirnya, rasa sakit yang muncul bukan pada karakternya, melainkan pada kita yang menyaksikannya, tetapi toh memang itu yang kita cari.
Kemampuan Fachri Albar untuk memerankan fluktuasi emosional pada karakter Gambir sekali lagi perlu diacungi dua jempol. Tetapi penampilan yang paling mencuri perhatian adalah Marsha Timothy yang harus memerankan Talyda. Karakter Talyda yang begitu rumit dan misterius berhasil dilakoni Marsha dengan baik.
Tag: DVD, Film Indonesia, Film Festival, Joko Anwar
Terkait:
-
Launching DVD Pintu Terlarang
Selasa, 10 Nov '09 18:47 -
JAKARTA UNDERCOVER - Film Jalur Cepat
Selasa, 16 Mar '10 04:22 -
Madame X - Superhero Dendong
Rabu, 9 Mar '11 22:19
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi™: Informatif
-
fairyteeth: Informatif
-
oksbangs: Box Office
-
didinu: Mencekam
-
kucing_usil: Good Take
-
sabai: Mencekam
-
volt: Informatif
-
yurika: Mencekam
-
alisyah: Informatif

Komentar:
akhirnya ada dehhh
harus beli nih... thanks atas inponyaaaaa.....
aku penasaran je,,, soalnya ndak suka nonton pelem indo di bioskop kecuali ditraktir.... *mampos aku*
akting okeh dan alur cerita yang bagus banget ditambah ending yang diluar dugaan saia. hebat !
DVDnya versi sensor juga ya mestinya?
saya irihhh...
Tukang Sobek Karcis: mau jg doms...
info dunk kalo tahu tempatnya....
Silahkan login untuk memberikan pendapat