A Jihad For Love, Film Dokumenter Tentang Islam dan Homoseksualitas 9
Senin, 5 Okt '09 11:46
Ketika seorang muslim menyadari bahwa dirinya menyukai sesama jenisnya dan ia tidak berdaya dengan keadaannya namun tetap ingin memegang teguh agamanya, apa yang kita pikirkan? Bila memang Islam mengharamkan homoseksualitas (dan lebianisme), bagaimana kah posisi dan perasaan mereka sebagai muslim?
"A Jihad For Love", film dokumenter karya Parvez Sharma ini mengungkap perasaan dan perjuangan kaum muslim di berbagai negara yang berjuang untuk tetap mempertahankan keyakinan mereka di tengah pandangan negatif tentang orientasi seksual mereka, bahkan terhadap ancaman hukuman rajam hingga mati.
Saya membaca postingan Titiw dan tertarik untuk menontonnya. Saya pengen tau bagaimana perasaan dan pandangan para gay dan lesbian mengenai Islam, agama yang mereka yakini dan mereka pegang teguh.
Mengharukan. Menjadi gay dan lesbian bukan lah keinginan mereka. Mereka bahkan berusaha agar "kembali normal" dengan menikah, namun rupanya itu tidak menyelesaikan masalah.
Berkunjung ke ulama, bukannya mendapat pencerahan, mereka justru "dihajar" dengan ayat-ayat dan yang menyebutkan bahwa perbuatan mereka seperti umat Soddom dan Gomorah itu haram dan bisa dihukum mati. Mereka sama sekali tidak mendapatkan solusi bagaimana mereka bisa "diterima" atau "kembali normal".
Amir, seorang gay yang mengungsi dari Iran menuju Turki, bahkan sempat mendapat hukuman cambuk. Dia bahkan tidak berani menampilkan mukanya di film karena khawatir keluarganya yang di Iran akan mendapat masalah.
Secara keseluruhan, film ini memberikan wacana baru buat saya. Homoseksual itu rumit dan tidak semudah itu untuk dihakimi. Hukum Islam selama ini mengharamkan "perbuatan" homoseksual (melakukan hubungan seksual sesama jenis), namun untuk perasaan dan orientasi seksual, perlu kajian lebih dalam tentang ini.
Mereka percaya, hanya Tuhan yang berhak menghakimi. Mereka yakin Tuhan menjadikan mereka seperti itu karena Tuhan mempunyai rencana lain.
Sebuah film yang memberikan wacana dan wawasan mengenai homoseksual yang menarik! Sesuai dengan judulnya, film yang berdurasi sekitar 1 jam 20 menit ini mengangkat tentang jihad (perjuangan) untuk mendapatkan cinta (dari-Nya dan sesama muslim).
Namun saya yakin, film ini ndak bakal bisa masuk dan diputer di Indonesia.
Silakan sedot film-nya dari sini.
Postingan ini reposted dari blog saya
Tag: islam, agama, gay, jihad, lesbian, sex
Terkait:
-
Indonesia Bukan Negara Islam
Rabu, 30 Sep '09 22:55 -
Sebuah Tanda Tanya Bernama Agama
Kamis, 12 Mei '11 17:19 -
Menyoal (diskusi) film Tanda Tanya!
Sabtu, 23 Apr '11 08:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
candrakirana: Box Office
-
penjaja popcorn: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
didinu: Good Take
-
disco_merinding: Good Take
-
bintang pelem holiwut: Informatif
-
antyo: Informatif
-
kucingsapi™: Good Take

Komentar:
mereka, berjihad dalam damai (walaupun telah disiksa habis2an) untuk mendapatkan cinta dan penerimaan. tidak ada yang salah dengan cinta, dan cinta itu indah. kadangkala kita saja yang mungkin terikat pada suatu pakem, dan menjawab cinta itu dengan kebencian.
penjaja popcorn: ya jelas gak laku. yang laku itu yg menjual mimpi macam sinetron-sinetron itu. sesuatu yg tidak kita punya itu kan selalu memikat hati kita..
Matt Zammy: Gak laku, soale belum-belum dicap tidak halal oleh salah satu klub pemuka agama. Sebenarnya bisa ditebak sih, si tokoh dalam film pasti dapat cercaan dari oelama...
Silahkan login untuk memberikan pendapat