Taking Chance 1

Sabtu, 3 Okt '09 23:32

Film ini aslinya emang untuk konsumsi TV, dan berhasil membuat Kevin Bacon dapet nominasi Emmy untuk tahun ini. Meskpin kalah oleh Michael Gleeson yang main jadi Winston Churcill.

Ga ada cerita2 penuh kejutan disini. Ga ada rentetan konflik-konflik yang membuat film naik turun sampe dengan menuju klimaks. Bahkan, jalan cerita film ini cenderung datar2 aja tentang seseorang yang nganter jenasah korban perang Irak, kembali ke keluarganya.

Namun dari situ justru perhatian bisa terkonsentrasi kepada visual bagaimana prosesi pengantaran ini ternyata membuat sebuah pengalaman lain secara emosiaonal kepada Lt. Col Mike Strobl.

Jadi untuk itu, saya nda kawatir tentang spoiler, karena justru dengan dapet gambaran tentang adegan2nya, malah semakin ingin melihatnya dalam bentuk visual.

Lt.Col Mike Strobl adalah seorang analisis dari US Marine, dimana salah satu tugasnya adalah mengalisa data tentang kondisi tentara Marinir yang sedang bertugas di Iraq. Dalam konflik batinnya ketika setiap hari ngeliat list korban dari Perang Iraq ini, Mike memutuskan untuk volunteer sebagai pengantar salah satu jenazah bernama Chance Phelps, hanya karena Chance berasal dari kota yang sama dengannya. Dan demikianlah cerita dimulai. Konsep sederhana tentang perjalanan Mike mengantar peti jenazah ini melalui pesawat komersial umum biasa, berpindah2 pesawat, menunggu penerbangan berikutnya, sampai dengan melalui perjalanan darat, menjadi sebuah gambaran mengharukan tentang penghormatan terhadap seorang korban perang berusia 19 tahun.

Sepanjang perjalanan, Mike bertemu dengan orang-orang yang begitu menghargai tugasnya, dan terlebih lagi, menghormati anak muda dalam peti jenazah yang dibawanya. Mike bertemu dengan petugas ticketing pesawat yang langsung mengupgrade tiketnya menjadi first class, pilot yang mengumumkan lewat speaker pesawat tentang adanya jenazah marinis dalam pesawat dan meminta penumgpang untuk duduk sebentar ketika Mike keluar dari pesawat, petugas kargo pesawat yang dengan haru membantunya ngurusin pengangkutan, meminjaminya sleeping bag ketika Mike berkeinginan untuk tidur dan stay di hangar kargo karena ingin tetap mengawasi langsung peti jenazahnya, sampai dengan berkumpul semua di sekitar pintu kargo pesawat, dan memberikan penghormatan terakhirnya ketika jenasah dimasukkan ke dalam pesawat.

Ketika melewati jalan darat menempuh jalur pinggiran kota pun, mobil2 yang melewati atau berpapasan dengan kendaraan Mike menyalakan lampunya di siang hari sebagai tanda penghormatan. Sebuah truk trailer besar bahkan rela menjadi pembuka jalan di depan dengan headlight dan lampu hazard menyala, dan beberapa mobil rela menjadi pengiring di belakang.

Ketika sampai di rumah duka, dan mengetahui bahwa seorang perwira senior berpangkat Letnan Kolonel menjadi pengantar dari jenazah putra mereka, kedua orang tua kandung Chance dan orang tua tirinya menjadi merasa begitu terhormat dan sekaligus terharu atas kesediaan Mike. Mike pun diundang dalam acara mengenang Chance, bertemu orang2 dekat Chance, ngobrol2 dan mengenang Chance dengna mereka, dan mengikuti semua prosesi persemayaman dan penguburan jenazah Chance meskipun dia tidak harus melakukannya.

Film ini adalah cerita nyata, berdasarkan artikel sebenernya yang ditulis oleh Lt. Colonel Michael Strobl tentang pengalamannya menjadi pengantar Jenazah Chance Phelps. Dan semua itu berhasil dipindahkan ke dalam sebuah gambar bergerak yang tetap mampu membuat sebuah cerita yang membawa keharuan dan penghormatan terhadap gugurnya seorang marinir, terlepas dari semua muatan politik penuh kontraversi yang menjadi awal dari semuanya.


Tag: film, ftv

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
saya selalu tertarik nonton film-film berdasarkan kisah nyata macam the Queen, United 93, Elizabeth dll. menurut saya menarik gitu melihat bagaimana sutradara dan penulis cerita menterjemahkan kisah nyata ke dalam film...

aaaaaaaaah... jd pengin ntn taking chance!

Silahkan login untuk memberikan pendapat