Indonesia Bukan Negara Islam 9
Rabu, 30 Sep '09 22:55
Waktu itu saya mengadiri pemutaran film pendek di acara Boemboe Forum 2009. ya mungkin telah lewat sih... acaranya waktu itu digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2009, pukul 14.30 WIB, di Istituto Italiano di Cultura (Pusat Kebudayaan Itali) Jakarta. Ada sekitar 6 film yang di putar, di buat dari berbagai kota di Indonesia.
Salah satu yang menarik buat saya ialah film buatan Jason Iskandar. Seorang sutradara film pendek muda, yang masih bersekolah di SMA Kanisius (hampir saya pikir dia sudah kuliah karena kebongsoran badannya). Filmnya berjudul Indonesia Bukan Negara Islam. Mungkin ada yang pernah melihat filmnya yang juga disebarluaskan di Youtube.
Film ini bercerita tentang dua orang siswa Muslim yang bersekolah di sekolah Katholik. Mereka berpendapat tentang Indonesia dan Islam sebagai agama mayoritas. Dikemas dengan slide show stillphoto hitam putih. Semua hasil jepretan Jason sendiri.
Judul yang kuat, dan kontroversional. Jika tidak bisa membaca judul dan menontonnya dengan kepala dingin wah pasti akan banyak sekali yang menentang film ini, dan itu terbukti coba lihat saja komen2 di yutubnya. Belum lagi jika film ini di putarkan di forum2, pasti akan selalu ada suara2 sumir yang pro dan kontra.
Pertama kali nonton film ini saya langsung terdiam, ya segalanya dijelaskan (walau mungkin tidak detil) namun dari sudut pandang pembuat sudah cukup membuat penonton (dalam hal ini saya) merasa tersentil. Yah, beberapa oknum yang mengatasnamakan Islam itu memang cukup berlebihan untuk menyikapi banyak hal, bahkan kekerasan kadang mejadi jalan keluarnya. Dan kadang menurut saya mereka seakan lupa dimana mereka tinggal. Negara yang majemuk, bhineka tunggal ika yang tidak semuanya Muslim.
Semua keresahan2 dari minoritas, maupun yang mayoritas dikeluhkan dalam tiap fotonya. Memotret kenyataan2 yang semakin banyak disekitar kita. Jason bermaksud mengutarakan hal itu, maksud dia baik, dia tidak menentang dan tidak juga berharap memicu perdebatan, Jason hanya menyuarakan apa yang ada dalam pemikiranya bersama teman2 muslim di sekolahnya. Saya pikir film ini bisa jadi perenungan. Untuk apa mencapai derajat tertinggi dalam beribadah kepada Tuhan jika berhubungan dengan sesama manusia di sekitar kita pun kita masih belum becus? Bukankah Habluminallah (hubungan manusia dan Tuhan) dan Habluminannas (hubungan manusia dengan manusia) seharusnya bisa seimbang.
Ah apalah saya, pegangan agama pun juga tidak sekuat itu kok, saya pun juga bukan ahli surga lha kok sudah banyak bicara tentang agama. Saya disini hanya berbagi dan mungkin teman2 disini punya pendapat? Ya monggo disuarakan, tapi ingat ya jangan menyinggung... maklum nantinya pasti pembicaraanya akan menuju ranah yang sensitive. Jadi selamat menikmati filmnya ya....
Tag: film pendek, dokumenter, islam, negara, agama
Terkait:
-
Kompetisi Film Psychocinema Festival 4
Kamis, 19 Agu '10 12:36 -
Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2010
Senin, 16 Agu '10 05:56 -
A Jihad For Love, Film Dokumenter Tentang Islam dan Homoseksualitas
Senin, 5 Okt '09 11:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Box Office
-
kucing_usil: Box Office
-
candrakirana: Good Take
-
sabai: Good Take
-
didinu: Good Take
-
disco_merinding: Box Office
-
oksbangs: Box Office
-
y pramana jati: Box Office
-
L3LAKI: Good Take

Komentar:
wah, ternyata ndak semua abege itu labil ya? banyak juga yang kreatif dan ga labil
*dikeroyok abege
kucing_usil: nah itu dia makannya pas saya pertama kali lihat makernya saya pikir dia itu mahasiswa ehhh ternyata SMA jelas kaget dong!
Huehehe... sory kalau menggebu - gebu.. hahaha.. salut buat film "Indonesia Bukan Negara Islam". Salam karya!
Silahkan login untuk memberikan pendapat