District 9 (2009) 7
Rabu, 30 Sep '09 09:18
Tidak ada wajah2 familiar yang sering nongol baik di film maupun di berita2 gosip dalam film ini, bahkan kalo dicek di imdb, banyak sekali nama2 yang tercantum dalam castingnya namun tanpa dilengkapi foto. Tidak ada setting megah dan mewah, semua syuting dilakukan di Johannesburg, Afrika Selatan. Tidak ada sutradara ngetop yang ngehandle film ini, I mean, sapa sih Neill Blomkamp ? Namanya cuman pernah tercatat sebagai lead 3D animator di beberapa film serial TV.
Jadi, praktis film ini cuman ngandelin semoga yang mau repot2 pergi ke bioskop bener2 terhibur oleh jalan ceritanya, bukan oleh orang2 di dalamnya, dan dibelakangnya. Oh, dan tentu saja karena ada nama Peter Jackson yang ditulis guedee di posternya. Tapi, Peter Jackson juga nggak ngapa2in, dia “cuman” ngasi Neill Blomkamp duit 30juta USD dan minta dia bikin film apapun yang dia mau. Dan hasilnya adalah film ini.
Film ini dibikin dengan cara penyajian semi dokumentar, lengkap dengan interview terhadap para pakar dan ahli tentang cerita fenomenal seorang Wikus, yang telah bermutasi menjadi Alien dan kini tak pernah terdengan kabarnya. Banyak visual model footage dari TV, dari kamera news channel, dari kamera cctv, dan berbagai angle lain untuk memperkuat kesan dokumenter dari film ini. Porsi terbesar tetap dengan model kamera layaknya sebuah film normal lain, namun dengan angle rada goyang-goyang untuk tetep menghubungkannya dengan kesan dokumenter.
District 9 memang benar2 mengandalkan pada kekuatan cerita dan model visual yang tidak biasa. Well, dengan atau tanpa bintang tenar, emang sudah seharusnya sebuah film mengandalkan hal2 itu. Cuman memang tugas Neill menjadi lebih berat karena tidak ada pengalih perhatian, dan penonton bener2 stuck pada apa dan bagaimana dia menceritakannya, dan dia melakukannya dengan baik. Dia bisa bikin sebuah versi gelap dari sebuah film science fiction, lengkap dengan ending nggantungnya, bikin sudut cerita baru tentang film alien yang mampu membuat visual effect -yang menjadi hal wajib bagi film sci-fi-, menjadi sekedar pelengkap yang terlihat wajar, tanpa bumbu yang terlalu wah. Semua dilakukannya tanpa tempelan hal2 mewah ala hollywood.
Verdict.
Seperti makan coklat atau minum es krim, semua akan terasa penuh sensasi rasa istimewa pada jilatan2 awal, tatapi tetep aja setelah itu butuh minum air putih untuk sekedar menetralkan kembali indera perasa agar kembali “normal”.
Film ini memberi sensari tersendiri soal rasa, tapi jangan lupa menetralisirnya dulu dengan film2 “netral” lain sebelum menonton lagi, atau menonton film lain dengan sensasi rasa yang sama, let’s say film2 seperti Fight Club (dan film2 Dave Fincher lain), Burn After Reading (dan film2 Coen Brother yang lain), atau Eternal Sunshine of Spotless Mind (dan film2 Charlie Kauffman lain).
Terkait:
-
Sebuah Percakapan
Sabtu, 11 Des '10 00:06 -
The Cherry Project
Rabu, 2 Mei '12 07:44 -
1208 pengunjung ikut meramaikan Malang Film Festival 2012
Selasa, 10 Apr '12 03:18

Komentar:
*nelfon, nitip kucing_usil yg lagi ke lapak DVD*
sesama cowok2 geek bilang ini buaguuus banget..
sementara begitu nyebut film ini, ada temen cewek yang langsung nyemprot, bilang ini film nda jelas blass, sia2 dia bela2in ngeluarin duit buat film ini..
biar lebih jelas,
mau dikasi spoiler tah ?
biarkan saya penasaran..
gimana ya, nonton pelem ini, karena ndak ada pelem laen saat itu. ceritanya lumayan, tapi rada cemen kalo menurut saya.
tapi cukup menghibur dan bikin deg-degan di beberapa tempat.... tapi ya gitu deh... rating saya pribadi... cukup 6 saja dari 10
hei masnya punya Fight Club pinjemmmm
Silahkan login untuk memberikan pendapat