Phobia 2 : Kumpulan Cerita Setan Pendek 8
Selasa, 29 Sep '09 01:49
Setelah kecewa dengan The Grudge 3 yang ndak ada serem-seremnya sama sekali. Cuman kebanyakan musik jeng jeng jeng jeng ndak jelas, terus penampakan putih pucat yang sudah amat biasa sekali di film setan sejenis, alur cerita yang ndak kuat. Pokoknya saya kecewa dan minta uang kembali. Akhirnya saya bisa kembali loncat-loncat girang begitu tau film horor produksi Thailand ini sedang tayang di bioskop.
Phobia 2 merupakan gabungan dari lima cerita pendek yang berbeda dengan arahan sutradara yang berbeda pula. Phobia yang pertama buat saya lumayan menarik, makanya saya ndak sabar menyaksikan seperti apa lanjutan film ini.
Cerita pertama : The Novice. Kisah anak muda yang melarikan diri ke kuil terpencil di tengah hutan dan menjadi biksu muda untuk menghindari pengejaran polisi karena tindak kriminal yang telah dilakukannya.
Cerita ke dua : The Backpacker. Cerita dua orang turis Jepang yang bertandang ke Thailand.
Cerita ke tiga : Ward. Seorang pemuda yang mengalami kecelakaan motor (?) dan menempati sebuah ruangan rawat inap yang bersebelahan dengan kakek misterius.
Cerita ke empat : Salvage. Nyonya pemilik usaha jualan mobil bekas yang kehilangan anaknya di tempat penampungan mobil.
Cerita ke lima : In The End. Saat syuting film horor, seorang pemeran film meninggal dunia tetapi syuting tetap berlanjut dan saat itulah teror dimulai.
Buat saya, sebagai die hard fans dari film thriller, suspense, horor dan sejenisnya, film produksi Thailand itu paling oke terutama untuk bagian horor. Film Thailand banyak memakai cerita-cerita urban legend yang rasanya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari ketimbang cerita ala Hollywood dengan cerita monster atau psikopat. Efek make-upnya pun ndak mengecewakan. Benar-benar seram, ndak cuma pasang musik jeng jeng jeng jeng ndak jelas terus noleh ternyata ndak ada apa-apa itu sudah basi.
Dari kelima cerita pendek itu, justru cerita terakhirlah yang menjadi juaranya dan obat penawar setelah kaget dan ketakutan di empat cerita di awal. Sengaja ndak saya rinci ceritanya. Lha cuman cerita pendek, kalo saya cerita lebih banyak lagi malah jadi ndak seru lagi.
Subtitle tersedia dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Hanya saja ada beberapa kata yang sepertinya tidak cocok penerjemahan Inggris ke Indonesia. Antara lain dari kata 'deceased' yang seharusnya 'meninggal/tewas' malah diterjemahkan menjadi 'terinfeksi'.
Diluar hal itu film ini sempurna buat saya.
Kalo ada yang mau nonton lagi, saya mau menemani kok. Sekalian hiburan liat orang kaget-kaget dan tereak-tereak ketakutan.
Terkait:
-
The Perfect House 2010 or The Perfect House 2011? (Ga bisa nyari judul lainkah?)
Jumat, 7 Okt '11 22:31 -
Vanishing On 7th Street (2010) : Kegelapan Yang Membingungkan
Kamis, 7 Jul '11 13:51 -
Hello Stranger: Karena Kita Tidak Kenal
Minggu, 13 Mar '11 00:17
Komentar:
belum mood kalo mau nonton yang genre ini..
dulu pernah nonton shutter, sendirian di kamar kost. Untungnya siang-siang. itu aja jejeritannya udah sampe pengen pipis *loh*
etapi kalo beneran serem sih mau nonton, cuman temeniiinnn
kucingsapi™: ah, saia juga ga suka Coming Soon. ga semua setan Thailand yang saia suka
sabai: iya, yang terakhir itu juaranya
siyal, grudge3 itu amit amit deh. ga ada bagus bagusnya buang buang duit aja nonton itu *misuh misuh
kepikcantik: ayoo dil, nanti saia temenin. mau nonton?
*pingin liat kepikcantik krukupan di bioskop
penjaja popcorn: ah, SAW ya? bagus tuh, alur ceritanya dibuat maju mundur, belon lagi cara-cara 'jenius' buat nyiksa korbannya. hebat. moga ga ada lanjutan lagi daripada nanti malah ceritanya jadi maksain (kayak grudge3)
*doh, susah log in dari tadi
Silahkan login untuk memberikan pendapat