Orphan Mirip Film Hong Kong 10
Senin, 28 Sep '09 20:40
Tulisan ini tentu saja dipenuhi spoiler. Bagi yang belum nonton filmnya (meski sudah cukup lama lewat di bioskop kita) dan tidak ingin kebocoran terlalu banyak informasi, silakan kembali ke halaman utama.
Menonton film besutan Jaume Collet-Sera ini cukup bikin tangan saya beberapa kali mencengkeram handrest kursi bioskop (yang untungnya empuk). Setelah depresi karena calon anak ketiganya meninggal dalam kandungan, Kate dan John, suaminya mengadopsi Esther, bocah 9 tahun yang oleh pengurus panti asuhan disebut berasal dari Rusia. Bagian awal film berjalan cukup pelan, tenang dan damai meski tetap ada upaya membangun ketegangan melalui musik dan efek suara.
Kate dan John datang ke panti asuhan, bertemu Esther yang kalem, dewasa dan hobi melukis hingga mereka kepincut untuk mengadopsinya. Kate lalu berusaha keras agar Esther merasa nyaman di rumah dan mingle dengan dua anak kandung mereka. Sampai sini, film masih tenang dan damai, namun tetap menarik disimak. Sesungguhnya, di bagian ini pula ditanam berbagai informasi tentang siapa Esther sebenarnya. Cukup lama juga, mungkin sekitar 50 menit, hingga benar-benar ada masalah dengan Esther dan mulai muncul adegan-adegan seru.
Kate terlambat menyadari kalau Esther menyimpan sebuah misteri. Dan tentu saja, hanya Kate yang meyakini bahwa ada sesuatu yang salah dengan Esther. Sementara suaminya tidak percaya semua omongan Kate, dan malah menuduh Kate-lah yang membenci Esther. Tinggallah Kate berjuang sendirian membuktikan praduganya sembari terus mencari tahu identitas Esther yang sebenarnya.
Nah, beberapa clue seperti gaya pakaian Esther yang super konservatif, lalu Esther ngotot mengunci pintu saat mandi sudah membuat saya curiga kalau Esther sebenarnya tidak lagi kanak-kanak. Kecurigaan saya berubah menjadi kepastian saat Esther menolak diperiksakan ke dokter gigi. Seperti tulang, kondisi gigi jelas akan menunjukkan usia biologis seseorang. Esther pasti perempuan dewasa. Ingatan saya langsung melompat ke Murderer, sebuah film Hong Kong dengan judul asli Saat Yan Faan yang belum lama turun dari layar bioskop Jakarta.
Murderer berkisah tentang seorang detektif dari kepolisian yang berusaha mengurai misteri pembunuhan rekan kerjanya, namun ternyata semua clue mengarah pada dirinya sendiri sebagai pelaku. Mudah diduga kalau sang detektif ini dijebak. Yang cukup mengejutkan adalah si penjebaknya ternyata anak laki-laki yang diadopsinya. Anak ini mengidap kelainan yang menyebabkan hormon pertumbuhannya berhenti hingga bentuk fisiknya terus anak-anak meskipun usianya sudah 30 tahun lebih. Begitu pula yang terjadi pada Esther.
Meski premisnya sama, namun dituturkan dengan cara yang berbeda. Dalam The Orphan diolah dalam kisah suspense yang sebenarnya mudah ditebak. Sementara Murderer meramunya menjadi film laga yang penuh misteri, tanpa banyak planting information dan tiba-tiba saja menjelang akhir film penonton dikagetkan dengan twist yang sungguh memelintir jalan cerita dan meninggalkan sensasi “Oh gituuu…”.
Terlepas dari jalinan ceritanya, Isabelle Fuhrman tampil sangat mempesona dalam mewujudkan sosok Esther yang manipulatif, manis tapi sangat keji. Dia bisa menjadi anak-anak seutuhnya dan di menit berikutnya, orang dewasa yang rapuh namun sadis. Setelah setelah nonton filmnya, saya jadi penasaran berapa usia Isabelle sebenarnya. Upaya mencari usia Isabelle ini membawa saya ke beberapa tulisan yang mensejajarkan aktingnya dengan Nathalie Portman dalam Professional dan Claire Dunst dalam Interview With A Vampire. Saya sendiri sih sudah agak lupa, segemilang apa Portman dan Dunst dalam dua film itu, tapi memang menuai hujan pujian. Hal yang juga sangat layak diterima Fuhrman saat ini.
PS: Jadi ternyata Isabelle Fuhrman baru 12 tahun!
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi™:
-
didinu: Informatif
-
kniwe: Informatif
-
fairyteeth: Informatif
-
bintang pelem holiwut: Mencekam
-
Chika: Informatif
-
oksbangs: Informatif
-
Taruma: Informatif
-
kyu noire: Mencekam

Komentar:
*pertamax !!!
justru belon nonton murderer *ubek ubek lapak DVD
btw, natalie portman di Professional emang mantap banget aktingnya.. (bulan kemaren iseng2 nonton Profesional lagi..
kniwe: masih ada di bioskop... di kota Semarang!
satsuki: saya suka mbak Portman!! cantik dan ciamik actingnya...
tapi kalo menurut saya ya, ceritanya rada ketebak banget alurnya... dimulai dari ndak mau periksa ke dokter gigi, mandi kunci pintu. sama ekspresinnya...
mana ada gini anak umur 13 tahun... pasti dewasa deh.. eh bener aja...
tapi keren sih...
btw, rada vulgar ya. tidak layak ditonton sama anak kecil. :d
settuju.. esther ini film yg menyebalkan! bilang Sh*t berkali2 karena gemessss abiss ama esther.. ckckck
Silahkan login untuk memberikan pendapat